Kenaikan Harga BBM Jenis Pertalite, Rakyat Keluhkan Kebijakan Jokowi

Pemerintah RI berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dengan tingkat oktan 90 atau RON 90 di dalam negeri dalam waktu dekat, seiring adanya kenaikan banderol minyak dunia. (Foto: ist)

Editor: Maher Kambey

Pewarta : Rusmin Hasan

 

JAKARTA (Gawai.co) – Pemerintah RI berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dengan tingkat oktan 90 atau RON 90 di dalam negeri dalam waktu dekat, seiring adanya kenaikan banderol minyak dunia.

Namun saat ini, berbagai pihak tengah melakukan perhitungan agar putusan tersebut tidak membuat inflasi meninggi sehingga harga Pertalite kini masih disubsidi oleh pemerintah.

Dalam perkembangannya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan para menteri kerap menyampaikan perhitungan harga rill bila BBM Pertalite maupun Solar tidak disubsidi pemerintah.

Tetapi, perhitungannya berbeda-beda. Alhasilnya menuai kontra versih berbagai kalangan. Terutama rakyat, banyak yang menyuarakan kebijakan Presiden Jokowi memutuskan kenaikan harga BBM menyerit ekonomi rakyat kecil. Ini disebabkan situasi Indonesia masih berada dalam suasana pandemi.

Jokowi mengatakan, harga murni Pertalite mencapai Rp 17.100 per liter jika tak disubsidi. Pernyataan ini dilontarkan Kepala Negara saat Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD pada Jumat, 5 Agustus 2022 pekan lalu.

Sinyal kenaikan harga BBM sebelumnya juga sudah diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Ia bilang, rencana kenaikan harga BBM jenis Pertalite masih dalam pembahasan di internal pemerintah.

Adapun pembahasan terkait hal tersebur dikoordinasikan di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Coba di negara kita bayangkan, kalau Pertalite naik 7.650 harga sekarang ini kemudian naik jadi, harga yang benar adalah 17.100, demonya berapa bulan? Naik 10 persen saja demonya dulu 3 bulan,” kata Jokowi dilansir Kompas TV.

Sementara berdasarkan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto harga keekonomian sejumlah BBM PT Pertamina (Persero) masih lebih tinggi dari harga yang dijual di SPBU.

Ia menyebut, harga keenomian Pertalite kini sudah mencapai Rp 13.150 per liter. Tetapi di SPBU atau pasaran, jenis bahan bakar tersebut masih dijual Rp 7.650 per liter sehingga insentif yang diberikan pemerintah semakin berat. (Rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.