Editor/Pewarta: Martsindy Rasuh
MANADO (Gawai.co) – Universitas Negeri Manado (UNIMA) kembali menegaskan eksistensinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang progresif dalam pengembangan riset dan inovasi berbasis sains dan teknologi.
Komitmen tersebut teraktualisasi melalui keberhasilan Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si dalam meraih pendanaan Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) Tahun 2026—sebuah capaian prestisius yang menempatkannya sebagai satu-satunya perwakilan dari Provinsi Sulawesi Utara dalam skema kompetitif nasional tersebut.
Program Bestari Saintek merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk memperkuat integrasi antara penelitian akademik dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan, dengan menekankan pendekatan multidisipliner serta hilirisasi hasil riset.

Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kapasitas akademik individu, tetapi juga menunjukkan kematangan ekosistem riset yang terbangun di lingkungan UNIMA.
“Saya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan melalui pendanaan Program Bestari Saintek Tahun 2026. Capaian ini bukan semata prestasi personal, melainkan representasi dari kerja kolektif dan kultur akademik yang terus bertumbuh di lingkungan Universitas Negeri Manado,” ungkap Prof Orba sapaan akrabnya.
Pendanaan ini, lanjut Prof Orba, akan dioptimalkan untuk mengembangkan riset yang tidak hanya unggul secara konseptual, tetapi juga memiliki relevansi praktis dan daya ungkit terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan timur Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk mendorong integrasi antara sains, teknologi, dan kebutuhan masyarakat, sehingga hasil penelitian dapat ditransformasikan menjadi solusi nyata yang adaptif dan aplikatif,” katanya lagi.
“Saya juga berharap capaian ini dapat menjadi pemantik semangat bagi sivitas akademika untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta meningkatkan kontribusi keilmuan pada tingkat nasional maupun global,” tambah mantan WR1 Unima ini.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA, Dr. Armstrong Sompotan, menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Prof. Orba merupakan manifestasi konkret dari konsistensi UNIMA dalam mendorong budaya riset yang unggul, inovatif, dan berdampak luas.
“Capaian ini menjadi indikator penting bahwa kapasitas riset di UNIMA semakin kompetitif pada level nasional. Kami sangat bangga, karena ini bukan hanya prestasi individu, melainkan representasi kualitas kelembagaan dalam menghasilkan penelitian yang relevan dan solutif,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendanaan Bestari Saintek diharapkan mampu menjadi katalisator dalam memperluas jejaring kolaborasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta mempercepat proses diseminasi dan implementasi hasil riset di tengah masyarakat.

Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi UNIMA sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan timur Indonesia yang adaptif terhadap dinamika global.
Armstrong menambahkan, dengan dukungan pendanaan tersebut, diharapkan penelitian yang dikembangkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan ekosistem sains dan teknologi yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan publik. (Mrt)



