Pewarta: Rendi Pontoh
BOLTARA (Gawai.co) — Panas matahari siang di lapangan SMA Negeri 1 Bolangitang seolah tak pernah benar-benar menjadi penghalang. Selama empat bulan terakhir, derap langkah, aba-aba tegas, dan peluh para siswa terus menyatu dalam latihan panjang yang penuh disiplin. Kini, kerja keras itu mulai menemukan jawabannya.
Dua siswa terbaik SMA Negeri 1 Bolangitang, Muhri Gusti Ismail Yarbo dan Kaela Lasama, resmi terpilih sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026. Bersama dua pelajar lainnya dari Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), mereka akan mengikuti tahapan seleksi menuju Paskibraka Nasional.
Selain Muhri dan Kaela, utusan Boltara lainnya yakni Fitra Awaludin Nento dari SMKN 1 Kaidipang serta Keyla Aulia Davina Datunsolang dari SMAN 1 Bintauna.
Bagi SMA Negeri 1 Bolangitang, pencapaian ini bukan sekadar prestasi tahunan. Ada harapan panjang yang kembali hidup harapan untuk akhirnya melihat putra-putri Boltara berdiri di halaman Istana Negara membawa Sang Saka Merah Putih.
Koordinator Tim Seleksi Paskibraka Boltara, Sudarmin Humalidi, mengatakan keempat pelajar tersebut masih memiliki peluang besar untuk melangkah hingga tingkat nasional.
“Mereka akan mengikuti seleksi lanjutan untuk nasional. Namun jika belum lolos, mereka tetap sudah menjadi Paskibraka Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya.
Di balik keberhasilan itu, tersimpan cerita tentang latihan yang tidak singkat. Kepala SMA Negeri 1 Bolangitang, Hamjan Ahmad, mengaku bangga atas capaian dua siswanya yang berhasil menembus tingkat provinsi.
Menurutnya, persiapan telah dilakukan jauh hari dengan latihan intensif selama empat bulan terakhir.
“Memang kami dari SMA N 1 Bolangitang sudah beberapa kali mengikuti seleksi Paskibraka Nasional, hanya saja belum ada yang lolos. Semoga tahun ini bisa lolos, amin,” kata Hamjan penuh harap.
Bagi sekolah-sekolah di daerah, Paskibraka bukan hanya soal barisan dan pengibaran bendera. Ia menjadi ruang pembuktian bahwa anak-anak dari pelosok utara Sulawesi juga mampu bersaing di panggung nasional membawa nama daerah, sekolah, dan mimpi orang tua mereka sejauh mungkin.
(rp)













