
Pewarta/Editor : Michelle de Jonker.
MANADO (Gawai.co) – Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPw BI Sulut), terus memperkuat komitmennya dalam mendorong budaya literasi dikalangan generasi muda. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Bedah Buku MANGUNI Volume 5 yang digelar dalam rangka memperingati World Book Day 2026, di Ruang Perpustakaan Wale Sitaro Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Rabu Kemarin (23/04/26).
Kegiatan ini terselenggara atas sinergi antara KPw BI Sulut dan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), dengan dukungan penuh dari pihak kampus. Mengusung tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities” serta subtema “Tantangan Hidup Gen Z: Bertahan, Bangkit dan Bertumbuh,” acara ini menjadi ruang refleksi sekaligus inspirasi bagi generasi muda.
Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsrat, Ralfie Pinasang, dan turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut Renold Asri, serta Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat Willem Alfa Tumbuan. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Klabat, Universitas Katolik De La Salle, IAIN Manado, Universitas Negeri Manado, hingga Politeknik Negeri Manado.
World Book Day yang diperingati setiap 23 April, merupakan inisiatif global dari UNESCO untuk menumbuhkan minat baca, memperkuat budaya literasi, serta menghargai karya para penulis diseluruh dunia. Momentum ini dimanfaatkan oleh Perpustakaan Wale Sitaro sebagai wadah untuk menghadirkan kegiatan literasi yang edukatif dan inspiratif.
Dalam sambutannya, Ralfie Pinasang menekankan bahwa Generasi Z di era digital menghadapi berbagai tantangan kompleks, mulai dari tekanan akademik hingga ketidakpastian ekonomi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa Gen Z adalah generasi yang adaptif dan kreatif, dengan potensi besar untuk berkembang.
“Literasi menjadi fondasi penting dalam membentuk pola pikir kritis, serta mendorong keberanian untuk terus belajar, mencoba, dan bangkit menghadapi tantangan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut, Renold Asri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi.
“Literasi tidak hanya menjadi jembatan antar individu dan komunitas, tetapi juga fondasi dalam membangun masyarakat yang adaptif, kritis, dan siap menghadapi masa depan,” jelasnya.
Kegiatan bedah buku ini menghadirkan penulis Almira Bastari yang mengulas karyanya berjudul “Home Sweet Loan.” Buku tersebut merepresentasikan realitas kehidupan generasi muda, khususnya Gen Z, yang dihadapkan pada tekanan finansial, tuntutan kemandirian, serta dinamika kehidupan urban. Bahkan, kesuksesan buku ini turut mengantarkannya ke layar lebar pada tahun 2024.
Dalam pemaparannya, Almira menyampaikan bahwa perjalanan hidup generasi muda tidak selalu berjalan mulus. Dibutuhkan ketangguhan untuk bertahan di tengah keterbatasan, bangkit dari tantangan, serta terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana.
Selain bedah buku, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan edukasi kebanksentralan kepada mahasiswa, mencakup sistem pembayaran, pelindungan konsumen, serta kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Melalui sinergi antara Bank Indonesia, perguruan tinggi, dan komunitas GenBI, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda agar lebih adaptif, inovatif, tangguh, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan masa depan.
Mdj



