Editor/Pewarta: Martsindy Rasuh
Tomohon (Gawai.co) — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Manado (FEB UNIMA) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar kegiatan edukasi investasi dan literasi keuangan bagi masyarakat Kelurahan Tara-Tara Dua, Kota Tomohon, Senin (25/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan FEB UNIMA bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNIMA Gelombang I Tahun 2026.

Edukasi tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat, pelaku UMKM, aparat kelurahan, hingga tokoh masyarakat setempat. Selain meningkatkan pemahaman tentang investasi, kegiatan ini juga bertujuan membekali masyarakat agar mampu mengenali dan menghindari praktik investasi bodong yang marak terjadi di era digital.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FEB UNIMA, Dr. Ramon Ferry Tumiwa, MM, yang hadir mewakili Dekan FEB UNIMA, Dr. Sjeddie Riane Watung, MAP.

Dalam sambutannya, Ramon Ferry Tumiwa menjelaskan bahwa edukasi literasi keuangan dan investasi merupakan agenda rutin FEB UNIMA setiap semester sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan membuka mindset dan memperluas wawasan mahasiswa maupun masyarakat tentang pentingnya investasi untuk meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami bagaimana mengenali investasi bodong agar tidak terjerat dan mengalami kerugian,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kerja sama antara FEB UNIMA dan Bursa Efek Indonesia dalam mendukung peningkatan literasi keuangan serta edukasi pasar modal di Sulawesi Utara.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah mengakses berbagai tawaran investasi melalui media sosial maupun platform digital. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga membuka peluang munculnya praktik investasi ilegal yang merugikan masyarakat.
“Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat mampu membedakan investasi legal dan terpercaya dengan investasi bodong yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo), Mario Laurents Iroth, SE., MM, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
Dalam pemaparannya, Mario Iroth menegaskan pentingnya mempersiapkan masa depan melalui investasi sejak dini. Menurutnya, investasi bukan hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu, tetapi dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk mahasiswa, pelaku UMKM, maupun masyarakat umum.
Ia menjelaskan bahwa pasar modal memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinvestasi secara legal dan terukur melalui berbagai instrumen seperti saham, reksa dana, dan obligasi.
“Investasi bukan sekadar menabung uang, tetapi bagaimana kita mempersiapkan masa depan secara lebih terencana. Dengan investasi yang tepat, masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dalam jangka panjang,” jelasnya.
Selain membahas peluang investasi, Mario Iroth juga memberikan edukasi mengenai ciri-ciri investasi bodong yang masih marak terjadi di tengah masyarakat. Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran investasi dengan keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa risiko yang jelas.
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah masyarakat terjebak dalam praktik investasi ilegal.
Dalam sesi edukasi tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola keuangan rumah tangga secara bijak, membangun kebiasaan menabung, serta berinvestasi secara sehat dan aman.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara masyarakat, pelaku UMKM, dan narasumber. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari cara memulai investasi, memilih instrumen investasi yang aman, hingga mengenali modus investasi ilegal yang sering beredar melalui media sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Tara-Tara Dua, Ebenhaezer A.R. Rares, SE, bersama aparat kelurahan, mahasiswa KKN UNIMA, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat.
Pemerintah kelurahan menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan investasi yang aman.
Bagi FEB UNIMA dan LPPM UNIMA, kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas literasi keuangan masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia, diharapkan semakin banyak masyarakat memahami pentingnya investasi legal dan mampu terhindar dari praktik investasi bodong yang merugikan.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, lembaga keuangan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dapat menjadi langkah strategis dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas secara finansial serta siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital. (Mrt)







