Dinas Pendidikan Boltara Gelar Tes Kemampuan Akademik

Pewarta: Rendi Pontoh

Editor : Michelle de Jonker

BOLTARA (Gawai.co) – Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mulai menerapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai standar nasional pengukuran intelegensi dan kemampuan siswa. Meski dihadapkan pada kendala jaringan di sejumlah sekolah, pelaksanaan tetap berlangsung bertahap dalam empat gelombang.

Kepala Dinas Pendidikan Boltara, Fadly Tadjudin Usup, mengungkapkan bahwa TKA saat ini difokuskan bagi siswa kelas ujian sebagai bagian dari evaluasi kemampuan akademik berbasis standar nasional.

Pelaksanaan TKA untuk tingkat SMP telah dilakukan pada pekan lalu, sementara untuk jenjang SD mulai berlangsung pada minggu ini.

“Untuk saat ini sudah dilakukan TKA bagi kelas ujian. Minggu kemarin untuk SMP, dan minggu ini SD,” ujar Fadly saat ditemui media ini di Kantornya. Kamis, (23/4/26).

Ia menjelaskan, di Boltara pelaksanaan TKA dibagi dalam empat gelombang guna menyesuaikan dengan kondisi infrastruktur, khususnya jaringan internet yang belum merata di seluruh sekolah.

“Ada beberapa sekolah yang jaringannya kurang baik, sehingga solusinya digabung dengan sekolah lain yang memiliki akses jaringan lebih stabil. Karena kondisi jaringan di setiap sekolah berbeda-beda,” jelasnya.

Fadly menambahkan, penerapan standar TKA ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Boltara, mengikuti instruksi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Menurutnya, TKA hadir sebagai instrumen baru untuk memperbaiki cara mengukur kualitas belajar siswa di Indonesia. Tidak hanya berorientasi pada nilai, tetapi juga menilai kemampuan berpikir, pemahaman, serta penalaran siswa.

Secara umum, TKA bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif, termasuk literasi dan numerasi, serta memetakan standar intelegensi dan capaian belajar secara lebih akurat, baik di tingkat sekolah maupun daerah.

Selain itu, hasil TKA juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menilai efektivitas sistem pembelajaran, sekaligus sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Pendekatan ini juga menandai pergeseran dari sistem ujian lama yang cenderung berorientasi pada angka kelulusan, menjadi sistem berbasis kompetensi yang lebih komprehensif.

Tak hanya itu, TKA diharapkan dapat membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memetakan kesenjangan pendidikan antar wilayah, termasuk daerah dengan keterbatasan fasilitas dan jaringan.

Dengan pelaksanaan TKA ini, Dinas Pendidikan Boltara optimistis dapat memperoleh gambaran nyata tentang kemampuan siswa, sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan di daerah.

(rp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *