Pewarta: Rendi Pontoh
Editor: Alfondswodi
BOLTARA (Gawai.co) – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Moh Aditya Pontoh, secara resmi membuka Ramadhan Fair 2026 yang digelar di Lapangan Kembar Boroko, Rabu (25/2/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Sejalan Meraih Kemenangan” ini menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan.
Pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forkopimda serta jajaran pemerintah daerah, di antaranya Wakapolres, perwakilan Kejaksaan Negeri, Ketua DMI Boltara, Kepala BPS, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Ketua Baznas Boltara, pimpinan organisasi keagamaan, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Ramadhan Fair bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang silaturahmi yang mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus sarana syiar keagamaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, sarana syiar keagamaan, sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi melalui partisipasi aktif para pelaku UMKM dan masyarakat luas,” ujar Aditya Pontoh.
Beragam stan UMKM bidang kuliner turut meramaikan kegiatan tersebut. Aneka hidangan berbuka puasa dan produk kreatif masyarakat lokal ditampilkan sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Selain bazar Ramadhan, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai lomba religi, seperti lomba hafalan surat pendek, lomba azan, lomba musik bangun sahur, penampilan live music religi, hingga tausiyah Ramadhan.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan bahwa tema “Sejalan Meraih Kemenangan” mengandung pesan tentang pentingnya persatuan dan kebersamaan dalam menjalani bulan suci.
“Seluruh elemen masyarakat hendaknya berjalan beriringan dalam semangat persatuan, saling memperkuat dalam kebajikan, serta bersama-sama menapaki bulan suci dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, sehingga pada akhirnya mampu meraih kemenangan lahir dan batin,” ungkapnya.
Ramadhan Fair 2026 diharapkan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual, tetapi juga mendorong geliat ekonomi lokal serta memperkokoh harmoni sosial di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. (rp)

















