Perangi Narkoba di Boltara, Bupati Dorong Pembentukan Unit Terpadu BNN

Foto istimewa : Bupati Boltara Terima kunjungan BNN di Ruangan kantor Bupati.

Pewarta: Rendi Pontoh

BOLTARA (Gawai.co) — Bupati Sirajudin Lasena menerima kunjungan kerja Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bolaang Mongondow, Recky M. Rotinsulu, guna membahas pembentukan Unit Pelayanan Terpadu P4GN-PN sebagai langkah konkret menekan penyalahgunaan narkoba di daerah. Kamis, (30/4/26).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) itu menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas lembaga untuk menghadapi ancaman narkotika yang kian meningkat.

Dalam audiensi tersebut, pihak BNN menyampaikan rencana pembentukan Unit Pelayanan Terpadu terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN dan PN) di wilayah Bolaang Mongondow Utara.

Unit ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan sekaligus penanganan kasus narkoba secara terintegrasi. Data terbaru dari Badan Narkotika Nasional bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.

Survei nasional tahun 2025 mencatat angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 2,11 persen atau setara dengan sekitar 4,15 juta jiwa. Angka ini naik dibandingkan tahun 2023 yang berada di level 1,73 persen.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sirajudin Lasena menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat dalam memerangi narkoba.

“Ini bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, tetapi tanggung jawab bersama. Kita harus bergerak cepat dan terkoordinasi untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, Bupati turut didampingi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Kesbangpol, Kepala Bagian Prokopim, serta Kepala Bagian Organisasi.

Dengan rencana pembentukan unit terpadu tersebut, Pemerintah Kabupaten Boltara berharap dapat memperkuat langkah preventif sekaligus represif, demi mewujudkan daerah yang bersih dari narkoba dan mendukung visi Indonesia bebas narkotika.

(rp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *