Manado  

Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi Adakan Simulasi Damkar

 

Suasana pelaksanaan simulasi damkar. (ist)

Editor: Tim Gawai

MANADO (Gawai.co) – Tampak api menyala membumbung tinggi di lapangan Dirgantara, penghujung run-way Bandara Internasional Sam Ratulangi Mapanget. 
Namun dapat dipadamkan dengan sigap oleh beberapa anggota Lanud Sam Ratulangi, ini merupakan simulasi latihan pemadaman kebakaran (damkar) di lingkungan Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi di Lapangan Dirgantara Lanud Sam Ratulangi Manado, Mapanget, Rabu (9/9).
Kesempatan tersebut, Kepala Seksi Base-Ops Dinas Operasi Lanud Sam Ratulangi Kapten Lek Eko Arie Lesmono memberikan arahan tentang teknis pelaksanaan simulasi PK kali ini.  
Sesuai dengan bidang tugas Kasibaseops, yakni mengatur dan mengawasi lalu lintas udara, menyiapkan data cuaca dan pertolongan terhadap kecelakaan pesawat di Pangkalan TNI AU (Lanud). 
Serta dalam pelaksanaan tugas kewajibannya bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Sam Ratulangi Letkol Lek Marchal Lasut M Han. 
Seperti tertuang dalam peraturan kepala staf angkatan udara nomor: Perkasau/ 84/ IX/ 2012 tentang pokok-pokok organisasi dan prosedur Pangkalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi (Lanud SRI).
Saat membuka latihan, dikatakannya kegiatan ini untuk menyegarkan kembali pengetahuan akan alat pemadam api. “Simulasi ini mengingatkan kembali cara penggunaan alat pemadam api,” katanya.
Dilanjutkannya, teknik memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api tradisional dengan menggunakan karung goni basah. 
Kemudian, memadamkan api dengan menggunakan APAR atau Alat Pemadam Api Ringan, dengan tabung dan kapsul.
Diketahui, Seksi Base Ops dalam pelaksanaan tugas-tugasnya, mempunyai kewajiban untuk merencanakan dan melaksanakan dukungan operasi penerbangan terhadap semua pesawat yang datang dan pergi dari dan terbang lintas Pangkalan TNI AU (Lanud). 
Dalam tugas, Sibaseops dibantu oleh Subseksi Pengawasan Lalu Lintas Udara, Subseksi Metereologi, dan Subseksi Base Resque. 
“Dalam memadamkan api, saya tekankan kembali agar selalu melihat arah angin. Disaat kita berjalan mendekati media yang terbakar, tubuh kita harus searah dengan datangnya angin. Jika menggunakan tabung, perhatikan terlebih dahulu indikator tekanan tabung. Apabila jarum tabung berada di zona hijau berarti kondisi tekanan baik,” ujarnya.
Latihan simulasi ini berdasarkan program kerja Dinas Operasi Lanud Sam Ratulangi tahun anggaran 2020. Setiap tahunnya secara rutin, setiap tabung yang kosong setelah digunakan akan diterbangkan kembali ke Depo 70 Lanud Sulaiman Bandung, untuk pengisian kembali. (Tim Gawai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *