Laksanakan ISE, KSPM ESTOC FEB Unsrat Edukasi Sahabat Difabel

KSPM ESTOC FEB Unsrat saat foto bersama para sahabat difabel usai pelaksanaan ISE. (Foto: Istimewa)

Editor/Pewarta: Maher Kambey

MANADO (Gawai.co) – Kelompok Studi Pasar Modal Equil Stock Club Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi (KSPM ESTOC FEB Unsrat) melaksanakan kegiatan Investor Social Embrace (ISE), pada Selasa (29/8/2023).

ISE yang merupakan kegiatan bersifat edukasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan sahabat difabel dan memberi perlindungan dari risiko menjadi korban kasus penipuan keuangan.

“Salah satu cara mencapai tujuan keuangan adalah dengan perencanaan keuangan yang baik. Berdasarkan pra-survei yang kami lakukan, 10 dari 10 penyandang disabilitas bahkan belum memiliki literasi keuangan yang baik,” ujar President Director KSPM ESTOC FEB Unsrat, Geneva Tendean CWM.

Lebih lanjut Geneva menjelaskan, hal ini diperkuat dengan data Susenas, yang menyatakan bahwa 80.63% kaum disabilitas dengan tingkat pendidikan rendah menyebabkan mereka rentan terkena kasus penipuan keuangan.

“Dengan melihat kebutuhan tersebut, KSPM ESTOC FEB Unsrat melaksanakan kegiatan ISE bertemakan “Listening to the Sounds of Success by Financial Planning” bagi masyarakat umum dan Komunitas Tuli Peduli Bitung (Kaleb),” katanya, di Bitung.

“Nantinya sahabat difabel mampu mengenali potensi investasi menguntungkan dan menghindari skema penipuan merugikan serta diharapkan dapat dengan percaya diri dan bijak mengatur aspek financial mereka sendiri, menciptakan masa depan yang lebih stabil dan cerah,” sebut Geneva.

Dalam kegiatan ini KSPM ESTOC FEB Unsrat menyajikan sejumlah materi bagi kaum difabel seperti Waspada Investasi Bodong, yang dibawakan Mouren M. Monigir, selaku Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) OJK SulutGoMalut, serta materi Financial Planning dan Pengenalan Investasi oleh Mario Iroth selaku Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara.

Koordinator Program Studi Magister Manajemen Unsrat, dan Ketua Laboratorium Pasar Modal & Galeri Investasi BEI Unsrat, Willem J. F. A. Tumbuan, SE., MSc., Ph.D., menyampaikan, kegiatan ini merupakan inovasi yang dilakukan mahasiswa.

“Para sahabat difabel adalah orang-orang hebat, karena sahabat difabel sedang berjuang untuk keluar dari stigma bahwa sahabat difabel selalu menengadahkan tangan,” tutur lelaki yang akrab disapa mner Alfa ini.

Dia menambahkan, sekarang sahabat difabel belajar dan diajarkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat bukan menengadahkan tangan seperti kaum disabilitas yang biasa terlihat.

“Terima kasih kepada seluruh narasumber dari OJK dan IDX, sponsorship/media partner, panitia, dan terutama peserta dari berbagai komunitas disabilitas yang ada di Sulawesi Utara,” ucap ketua panitia ISE, Deilamy Luntungan.

Sementara, Co-Founder Kaleb, Donna Christha Renata, berujar bahwa kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat bagi komunitas disabilitas, khususnya tuna rungu.

“Kami telah belajar banyak bagaimana cara mengetahui investasi mana saja yang bodong dan bagaimana cara berinvestasi di pasar modal. Kami harap kegiatan ini tetap dilaksanakan secara berkala,” ucap Donna.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), dan Persatuan Penyandang Disabilitas Fisik Indonesia (PPDFI). (Mhr)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *