Gadis Berparas Cantik, Berbagi Berkat Bagi Warga TPA Sumompo

Velistasya Christivany Sumarauw. (Foto: Istimewa)

Editor: Jazzy Worotikan

Penulis: Maher Kambey

 

MANADO (Gawai.co) – Menumbuhkan jiwa sosial dalam diri seseorang acap kali diperhadapkan dengan ego dan kenyamanan diri sendiri. Dimana seseorang harus bersedia untuk mengesampingkan kepentingan diri sendiri dan rela membantu orang lain.

Apalagi, pada umumnya di zaman modern ini, banyak muda-mudi yang pasti enggan pijakan kaki di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Namun beda dengan yang dilakukan gadis cantik bernama lengkap Velistasya Christivany Sumarauw. Meski merupakan seorang duta kampus yang terkenal, hal itu tak membuatnya risih untuk turun tangan membantu sesama apalagi hingga ke lokasi TPA Sumompo Manado beberapa waktu lalu.

“Saya pribadi memang concern di bidang sosial kemanusiaan, karena kodratnya manusia itu memang harus bersosial dalam hal ini dengan sesama. Karena saya memiliki motto hidup, ‘yang penting jadi berkat’,” katanya saat diwawancarai wartawan Gawai.co, Sabtu (5/2/2022).

Mahasiswi semester VI Universitas Sam Ratulangi ini menjelaskan, jadi berkat di sini, memberi dampak sosial untuk sesama manusia. Seperti halnya filosofi Dr G S S J Ratulangi, Si Tou Timou Tumou Tou yang memiliki arti Manusia Hidup Untuk Memanusiakan Manusia Lain.

“Hal yang paling membuat saya tertarik dengan sosial kemanusiaan, adalah karena pada dasarnya saya merupakan seorang pribadi yang ingin berdampak bagi banyak orang. Saya tidak mau hidup hanya untuk diri sendiri,” ungkap peraih gelar Noni Unsrat 2021 ini.

Pemilik akun Instagram @velistasyaas ini, mengaku dirinya rindu membagikan nasihat yang bisa menguatkan, membangun iman dan membangkitkan semangat bagi orang-orang di sekitarnya untuk berjuang dan menghargai hal paling mahal, yang diberikan Sang Pencipta yakni nafas kehidupan.

“Yang paling membuat saya tersentuh adalah pada saat kami Nyong Noni Unima dan Nyong Noni Unsrat akan beranjak dari lokasi tempat baksos, lalu ada satu anak perempuan yang putus sekolah bernama Feyni menanyakan kapan saya akan kembali, dia mengaku setiap orang yang datang membawa bantuan ke tempat itu (TPA Sumompo) tidak pernah kembali,” tutur gadis yang akrab disapa Velis ini.

“Rasa empati saya naik begitu tinggi ketika mendengar pernyataan anak ini, saya pun menjawab akan berusaha untuk kembali. Ketika ditanya ingin dibawakan apa ketika kembali, dia sejenak berpikir dan menjawab ingin dibawakan baju natal,” ungkapnya.

Velis mengaku, mulai saat itu dia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa dia harus kembali ke tempat tersebut untuk membawakan baju natal bagi Feyni.

“Di luar sana banyak sekali orang-orang yang membutuhkan perhatian, empati dan uluran tangan saya. Maka dari itu saya mau berbagi kasih dengan menjadi saluran berkat untuk siapapun itu. Bukan hanya berbagi kasih, namun juga berbagi nasihat,” tutup gadis manis tersebut. (Mhr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.