Bitung  

Wow! Ada Apa Dengan DISPAR Bitung, Jack: Eksklusif dan Tak Berdampak

Pelaksanaan pelatihan pemandu selam tingkat dasar oleh Dispar Bitung pada tahun 2020. (Foto: Istimewa)

Editor/Pewarta: Alfondswodi

BITUNG (Gawai.co) – Upaya peningkatan kapasitas SDM stakeholder pariwisata di Kota Bitung, oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung, dinilai tak berdampak besar serta seakan hanya mengejar anggaran. Kamis (14/4/2022).

Pasalnya, pada pekan depan jajaran Dispar Pemkot Bitung bakal menggelar Pelatihan Pemandu Wisata Alam Selam, yang mengkhususkan bagi warga Kota Bitung dan wajib memiliki sertifikat level tingkatan Rescue.

Adapun jenjang atau level tingkatan sertifikat selam antara lain; level A1 atau Open Water, A2 atau Advance, A3 atau Rescue dan A4 atau Master serta B1, B2, B3 untuk level instruktur.

Upaya peningkatan SDM melalui pelatihan pemandu alam selam tersebut, langsung ditepis oleh salah satu pelaku pariwisata Kota Bitung, Hendri Jack Palamia, yang juga diketahui sebagai salah satu pengurus di DPD HPI Sulut.

Menurut Pemadu senior di Kota Bitung yang pernah terlibat di Pelatihan Pemandu Selam yang digelar oleh Dispar Pemkot Bitung pada beberapa tahun yang lalu, menyampaikan kekesalannya akan pelaksanaan peningkatan kapasitas yang digelar Dispar saat ini.

“Saya kaget. Pada tahun yang lalu (2021.red) pihak Dispar Pemkot Bitung juga melakukan pelatihan yang serupa dengan level tingkatan A1,A2 dan A3 dan saat ini pula untuk level tingkatan selanjutnya,” katanya.

Dirinya melanjutkan, padahal untuk tingkatan di level A3 menuju A4 adalah bagian dari tingkatan pengembangan skill individual oleh masing-masing divers, walaupun memang ketika dilevel ini akan dibiayai oleh pemerintah sangat membantu apalagi disituasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Namun sangat disayangkan, ketika pelatihan ini, hanya mengedepankan pada tingkatan level ataupun apa nama itu. Yang jelas pada beberapa tahun sebelumnya Dispar sendiri juga menyelenggarakan pelatihan yang sama namun pada tingkatan dasar bahkan dibawah dari tingkatan dasar atau pengenalan metode selam tanpa disertai sertifikat,” tandas Jack.

Lanjutnya, “Tidak mengintervensi program Dispar Bitung, akan tetapi idealnya menurut pemahaman serta logika saya, seharusnya Dispar mengusulkan program pelatihan pada level tingkatan A1 dan mefollow-up kepada para peserta yang pernah mengikuti pelatihan selam dasar agar supaya kelihatan adanya pengembangan dan peningkatan standar kualitas SDM pemandu di Kota Bitung, bukannya melakukan pelatihan pada tingkatan yang berbeda,” kesalnya.

Seraya menambahkan, “Namanya pelatihan atau pemantapan itu sesungguhnya untuk diver yang belum berkompeten? ini pelatihan buat diver yang sudah pada level atas atau menambah jam terbang, bukan lagi untuk pelatihan or traning berarti namanya sebenarnya bukan pelatihan,” bebernya.

Bahkan menurutnya, pelatihan ini tidak begitu besar dampaknya kepada stakeholder pariwisata dan terkesan eksklusif, karena hanya orang-orang yang bersertifikat yang mampu dan bisa menjadi pemandu wisata selam.

“Saya tidak mengetahui secara detail, berapa jumlah pemandu selam yang bersertifikat dilevel rescue di Kota Bitung dan harapannya ketika jumlah Kouta dipelatiahan ini bisa dapat mengakomodir serta memenuhi jumlahnya, karena setau saya pemandu selam di Kota Bitung dilevel ini tidak begitu banyak,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bitung, Pingkan Kapoh saat dikonfirmasi awak media Gawai.co, menyampaikan untuk menghubungi Sekertaris Dispar.

“Pak silakan menghubungi Sekertaris Dispar Kota Bitung, Ibu Serry Pangkung, beliau akan menjelaskan secara detail,” singkatnya.

Saat disentil terkait dengan penyelenggaraan pelatihan yang serupa dengan tingkat level dasar, dirinya menyampaikan kegiatan ini bukan tingkat open water.

“Pelaksanaannya sesuai dengan Juknis dari Kementerian, Karen kegiatan ini dibiayai oleh APBN, muda-mudahan dikesempatan lain boleh ada kegiatan selam lagi,” bebernya.

Hal senada dikalimatkan Sekertaris Dispar Pemkot Bitung, Serry Pangkung, menyampaikan pelaksanaannya akan digelar pada tanggal 19 hingga 22 April 2022.

“Untuk peserta pelatihannya sebanyak 40 orang yang telah memiliki sertifikat rescue dan berKTP Bitung sesuai dengan Juknis,” kata Serry.

Saat disentil terkait dengan jumlah peserta pelatihan dengan tingkatan level tersebut, kemungkinannya pemandu di Kota Bitung belum cukup untuk memenuhi jumlah tersebut.

“Kalau nda cukup peserta yang dari Bitung nanti tambah yang dari luar. Torang ley suka Iko supaya dapa sertifikat tapi Juknis seperti itu jadi nda bisa,” tandasnya. (ayw)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *