Editor/Pewarta: Alfondswodi
BITUNG (Gawai.co) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bitung menggelar buka puasa bersama sebagai bentuk memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Riverside Restaurant and Cafe, Kelurahan Manembo-Nembo, Kecamatan Matuari, dan dihadiri pengurus serta kader partai. Sabtu (14/3/2026).
Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bitung, Geraldi Mantiri, bersama jajaran pengurus partai. Turut hadir Wakil Sekretaris Bidang Internal DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Fabian Kaloh.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sulawesi Utara dan Fraksi DPRD Kota Bitung, para kader serta simpatisan partai.
Acara buka puasa bersama tersebut turut diisi dengan ceramah Ramadan oleh Ustaz Usmayadi Tompo yang mengingatkan pentingnya makna ibadah puasa bagi umat Islam.
Menurutnya, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita mengendalikan diri dan meredam hawa nafsu. Itulah esensi dari ibadah puasa,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Bidang Internal DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Fabian Kaloh, menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, khususnya di momentum Ramadan.
Ia menilai semangat keberagaman juga tercermin dalam struktur kepemimpinan PDI Perjuangan yang diisi oleh tokoh dari berbagai latar belakang agama.
“Di PDI Perjuangan, keberagaman itu nyata. Ketua umum kami Ibu Megawati beragama Islam, Sekjen Pak Hasto beragama Katolik, dan Bendahara Umum Pak Olly beragama Protestan. Ini mencerminkan kerukunan dalam keberagaman seperti yang ada di Indonesia,” katanya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bitung, Geraldi Mantiri, menegaskan kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan bagian dari tradisi partai, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, PDI Perjuangan selalu merawat nilai kebersamaan dalam setiap momentum keagamaan.
“Setiap Desember kami merayakan Natal bersama, dan saat Ramadan kami juga menggelar buka puasa bersama. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk membangun kebersamaan dalam keberagaman,” ujar Geraldi. (ayw)

















