BI Sulut Catat 8.396 Transaksi QRIS di Paskah Nasional 2026, Dorong Akselerasi Ekonomi Digital.

Foto Istimewa : Antrian panjang masyarakat Jemaat Gereja melakukan Scan Qris Rp.26,- menikmati suasana Paskah Nasional 2026.
Foto Istimewa : Antrian panjang masyarakat Jemaat Gereja melakukan Scan Qris Rp.26,- menikmati suasana Paskah Nasional 2026.

Pewarta/Editor : Michelle De jonker

MANADO (Gawai.co) , — Di tengah semarak Perayaan Paskah Nasional 2026 yang dipadati puluhan ribu jemaat di kawasan Pohon Kasih, Megamas, Manado, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (BI Sulut) mencatat capaian signifikan dalam mendorong transaksi digital. Sebanyak 8.396 transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) berhasil dibukukan hanya dalam satu hari, Rabu pagi (08/04/26).

Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ajang strategis dalam mempercepat inklusi ekonomi digital di Sulawesi Utara.

Perayaan yang sarat makna persatuan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, bersama jajaran pemerintah dan tokoh lintas agama.

Dalam kegiatan tersebut, BI Sulut berperan aktif sebagai penggerak ekonomi dengan menghadirkan 15 UMKM binaan dalam pameran dengan beragam produk kuliner yang kreatif turut meramaikan perayaan dan menjadi bagian dari pengalaman masyarakat.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian publik adalah program “Scan QRIS Rp26”. Melalui program ini, masyarakat cukup melakukan transaksi digital senilai Rp26 untuk mendapatkan voucher belanja produk UMKM sebesar Rp20.000. Skema ini dinilai efektif dalam mendorong adopsi transaksi digital sekaligus meningkatkan daya beli terhadap produk lokal.

Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) BI Sulut, Ircham Andrianto Taufick, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dirancang inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui transaksi QRIS sebesar Rp26, masyarakat dapat langsung merasakan manfaat transaksi digital untuk produk UMKM. Antusiasme yang tercermin dari 8.396 transaksi dalam satu hari menunjukkan bahwa digitalisasi semakin diterima luas,” ujar Ircham (08/04).

Selain mendorong transaksi digital, BI Sulut juga menghadirkan ruang edukasi kebanksentralan yang dikemas secara interaktif, lengkap dengan layanan perpustakaan keliling.

Inisiatif ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat tentang peran bank sentral serta memperkuat literasi ekonomi dan keuangan.

Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, menegaskan bahwa partisipasi dalam Paskah Nasional 2026 merupakan bagian dari strategi memperkuat ekonomi daerah.

“Kami ingin memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk lebih dikenal masyarakat sekaligus mendorong konsumsi produk lokal. Momentum ini juga memperkuat kebersamaan dan semangat berbagi,” kata Joko.

Partisipasi BI Sulut dalam perayaan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas, yang dipadukan dengan inovasi digital, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan literasi, mampu menciptakan dampak nyata menuju ekonomi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Mdj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *