Sitaro  

Pemkab Sitaro ‘Rayu’ Pemerintah Pusat Resmikan Bandara Bung Karno

Kondisi Bandara Bung Karno di Kabupaten Sitaro. (Foto: ist)

Editor: Martsindy Rasuh
Pewarta: Frans Kasumbala

SITARO (Gawai.co) – Harapan warga di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) untuk pertama kalinya menikmati moda transportasi udara ke luar daerah, sepertinya segera terwujud. Proyek berbanderol hampir setengah triliun yang dikerjakan sejak tahun 2013 sudah selesai pada tahun 2021 lalu. Upaya merayu pemerintah pusat untuk mengagendakan peresmian terus dilakukan, salah satunya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sepakat mengusulkan penggantian nama Bandar Udara (Bandara) Sitaro menjadi Bandara Bung Karno.

Meski begitu kabar ini sempat membuat masyarakat khawatir, pasalnya peresmian bandara yang sempat dijadwalkan tertunda, oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Sampai akhirnya Juni ini Kementerian Perhubungan mendapatkan surat dari menteri Sekretariat Negara (mensesneg) untuk meminta laporan pekerjaan pembangunan Bandara Sitaro. Kabarnya, terkait agenda peresmian bandara yang berada di Kampung Balirangeng di Kecamatan Siau Timur Selatan itu.

“Kami mendapat informasi terkait surat dari mensesneg meminta laporan progres pengerjaan Bandara Sitaro, ini mengacu pada surat bupati Sitaro yang dikirim ke presiden pada Februari tahun 2022 terkait permintaan peresmian bandara,” ungkap Roni Biki, Kepala Satuan Pelayanan Bandara Sitaro, saat ditemui media di ruang kerjanya belum lama ini.

Sesuai data dari Kementerian Perhubungan sejak pembangunan dimulai pada tahun 2013 hingga tahun 2021 Bandara Sitaro menyerap anggaran berjumlah Rp499.845.630.900.

Dengan Fasilitas yang terbangun sisi udara Runway 1.400 m X 30 cm, Taxiway 75 m x 18 m, Apron 70 m x 60 (2 Parking Stand), dengan pesawat terbesar ATR 72-600. Sedangkan untuk sisi darat sudah dibangun Gedung Terminal 600 m2, Gedung Administrasi 120 m2, Gedung Genset 120 m2, dan Gedung PKP – PK 288 m2.

“Kabar terbaru yakni pihak maskapai Wings Air sudah menyurat ke Kementerian Perhubungan untuk permintaan rute baru di Sitaro, serta meminta perhitungan tarif batas atas dan batas bawah,” terang Biki.

Belum lama ini pada 16 Juni 2022 lalu, Bupati Sitaro Evangelian Sasingen ditemani Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara Toni Supit, Ketua DPRD Sitaro Djon Ponto Janis bersama rombongan termasuk Kepala unit Penyelenggara Bandara Naha Tahuna Dwi Arianto berkunjung ke Lion Tower di Jakarta bertemu dengan Novi selaku Direktur Niaga – Super Air Jet, Habibie sebagai Senior Manajer Flight Approve Dept. Lion air Group dan Moehamad Helmi selaku area manajer. Kabar diterima bupati hendak mendiskusikan dengan manajemen PT Wings Air Jakarta, terkait hasil dari Safety Assesment dan Airport Observation yang sudah dilakukan pihak maskapai di Bandara Sitaro pada Maret 2022.

Manajemen Wings Air Jakarta, Novi Selaku Direktur Niaga – Super Air Jet menyampaikan bahwa masih dibutuhkan data pendukung seperti produktivitas pelabuhan laut, pelaksanaan FS terkait supply dan demand dari rute penerbangan Siau ke Manado, kelayakan jumlah keterisian kursi penumpang dalam penerbangan, mempertimbangkan keamanan penerbangan berdasarkan kondisi fasilitas Bandara Bung Karno sesuai hasil survey oleh tim teknis makspai dan dibutuhkan informasi keputusan menteri perhubungan terkait hitungan tarif batas atas dan batas bawah.

“Agar pihak maskapai bisa menghitung harga tiket pesawat rute Siau ke Manado serta pembahasan perjanjian kerja sama setelah adanya penetapan harga tiket dari maskapai,” ungkap Novi.

Ditemui usai membuka kegiatan di Auditorium Kantor Bupati pada (4/7/2022), Sasingen menceritakan terkait respon pihak maskapai yang menyambut baik kedatangan rombongan dari Sitaro dan mengaku akan melayani rute tersebut. Namun pihak maskpai juga menyinggung terkait dengan keuntungan sehingga pemerintah dipastikan akan menyiapkan anggaran untuk hal tersebut.

“Kedatangan kami disambut, dan menurut pihak Wings Air Bandara Sitaro yang akan menjadi Bandara Bung Karno sudah layak dan mereka siap melayani rute tersebut,” jelas bupati sembari berharap peresmian akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan dapat dihadiri langsung Presiden Joko Widodo.

Menyikapi hal ini, seharusnya pesawat komersil pertama sudah akan mendarat dalam waktu dekat ini, hanya saja itu akan tergantung dari keberanian menjamin maskapai tidak rugi.

Sementara itu, Sekda Sitaro Agus Poputra menerangkan, beban anggaran di Sitaro sangat tinggi, apalagi kalau harus melakukan investasi ke maskapai, harus ada perhitungan supaya dua belah pihak tidak rugi. Poputra juga mengakui belum mengetahui besaran rupiah dari pemerintah untuk membantu maskapai.

“Pemerintah akan berupaya untuk hal tersebut, namun kita juga mengakui kalau anggaran kita terbatas saat ini,” jelas Poputra.

Sinyal positif juga datang dari gedung wakil rakyat di Kelurahan Bebali Kecamatan Siau Timur. Ketua DPRD Djon Ponto Janis lewat pesan WA ke Gawai.co menegaskan kebutuhan masyarakat akan menjadi prioritas. Sehingga DPRD akan mendukung bahkan siap memuluskan jalan pemerintah, apalagi menyangkut tentang anggaran.

Menurut wakil rakyat dua periode, peresmian bandara serta mendatangkan maskapai merupakan tanggung jawab bersama, demi memenuhi kebutuhan masyarakat. “Sikap DPRD saat ini mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Janis.

Sementara itu, beberapa masyarakat yang dimintai tanggapan mengaku tidak sabar terkait dengan pengoperasian bandara sampai pada naik turun penumpang. Warga khawatir bandara ini jadi alat politik jelang pemilihan 2024 mendatang. Padahal manfaatnya sudah nyata bagi masyarakat di Sitaro.

“Jangan jadi lagu politik, jika sudah selesai kenapa tidak diresmikan, masyarakat membutuhkan akses itu, provinsi harus ikut bekerja sama untuk mempercepat proses sehingga pemerintah pusat segera meresmikan bandara ini,” kata Teddy di Pulau Siau. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.