Peduli Pertanian di Minahasa, Kapolres Motivasi Agar Pemuda Bertani

Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang ketika memanen cabe rawit/rica di Perkebunan Marawas milik salah satu tokoh pemuda Minahasa. (ist)

Pewarta: Nobel Kombaitan
Editor: Adelfrits Rasuh

TONDANO (Gawai.co) – Menyambut hari Bhayangkara tahun 2020, Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang bersama ormas adat Minahasa melakukan terobosan, salah satunya di bidang pertanian. Hal itu dilakukannya guna memotivasi para petani muda, dengan membentuk Kelompok Petani Muda Keren Minahasa. 
Menurut Situmorang bahwa hal ini sinkron dengan tema HUT Bhayangkara ke 74 Tahun 2020 ini yaitu “Keamanan Kondusif Masyarakat Semakin Produktif”.
“Tujuan kita memang menumbuhkan minat para pemuda, tertarik dibidang pertanian,” kata Situmorang kepada media usai melakukan penanaman bibit tomat di perkebunan milik Maurits (Om Ut) di perkebunan Rinegetan Tondano Barat, Sabtu (27/6).
Lanjut Situmorang bahwa untuk program dalam jangka pendek yaitu meningkatkan kuantitas penambahan lahan tidur yang akan diolah dan penambahan generasi muda yang mau berkecimpung di dunia pertanian. Dengan harapan lahan-lahan tidur bisa diberdayakan.
“Kita berharap kawula muda yang belum mempunyai pekerjaan tertap ada panggilan hati untuk melakukan aktivitas pertanian ini, dimana dari sisi ekonominya terpenuhi, aktivitas positifnya berjalan yang akhirnya mereka tidak terpikir begadang di malam hari karena besoknya harus berkebun,” kata Situmorang. 
Kapolres low profile ini menambahkan, bahwa dalam kelompok ini ada generasi muda yang punya pengalaman bahkan memiliki pengetahuan dibidang pertanian yang akan mengedukasi para kawula muda untuk bercocok tanam. 
“Di kelompok ini ada teman teman yang mempunyai pengalaman dengan ilmu pertanian yang cukup bagus untuk mengedukasi para kawula muda,” tambahnya.
Menurutnya kelompok ini memang tidak terlalu muluk-muluk karena itu kami mulai dari kelompok kecil dulu, semoga bisa mempengaruhi yang lain. “Untuk memastikan kegiatan ini bisa berjalan dan tidak berhenti hanya dalam perencanaan, sekarang kami langsung action dan semoga bisa memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan,” tutupnya.
Sementara salah satu generasi muda yang ikut dalam kegiatan ini, Jerry Palilingan mengatakan bahwa sangat mendukung kegiatan ini karena ini akan mempengaruhi tingkat penganguran anak muda. Oleh karena itu ia berkomitmen untuk menjadi contoh agar bisa mempengaruhi anak muda untuk terpacu dalam bertani. 
“Saat ini ada banyak lahan tapi tidak digarap. Nah anak muda sekarang banyak yang terpengaruh dengan pergaulan diera digital yang membuat mereka akhirnya banyak meninggalkan pertanian. Kami akan berusaha untuk mebuat metode yang bagus agar supaya kaum milenial tertarik untuk Bertani,” tandasnya. (Nobel Kombaitan/Adelfrits Rasuh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *