Gelar Seminar Muslimah, FSA UNIMA Hadirkan Dokter dan Juri Hafidz Cilik Indonesia

Pelaksanaan kegiatan seminar muslimah secara daring. (Foto: ist)

Editor/Pewarta: Maher Kambey

 

TONDANO (Gawai.co) – Forum Studi Annisa (FSA) Universitas Negeri Manado (UNIMA) sukses gelar seminar muslimah Deep Talk Annisa pada Sabtu (3/9/2022).

Kegiatan yang mengusung tema “TIM SCBD Tren Muslimah, Syiar Cinta Bagi Dunia” itu berlangsung secara hybrid di Gedung Kuliah Bersama UNIMA dan via Zoom Meeting yang dihadiri oleh 59 peserta.

Muspidayani selaku ketua panitia menyampaikan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberi wawasan kepada muslimah dalam menyikapi tren yang ada.

“Kegiatan ini yaitu untuk menjadi wadah belajar bersama, memahami bagaimana gaya hidup muslimah milenial ala Islam, sehingga kita bisa bijak dalam menyikapi tren yg ada,” jelasnya.

Kegiatan ini menghadirkan ustazah dr. Sazida Subetan sebagai pemateri pertama. Dalam materinya, anggota ikatan dokter muslimah itu memaparkan kondisi gaya hidup muslimah saat ini yang telah banyak mengadopsi budaya asing.

“Banyak orang yang pacaran, terjadi keborosan di mana-mana, boros bajunya, boros make-upnya, boros makanannya, dan jadi gaya hidup yang tidak syar’i tadi. Orang-orang sekarang kalau makan sambil jalan biasa saja, bahkan pesta-pesta sekarang banyak yang menggunakan konsep standing party, gaya hidup seperti ini pada dasarnya jauh dari apa yang disyariatkan Allah,” ungkapnya.

Dokter Za, sapaan akrabnya juga mengimbau kepada para peserta agar membekali diri dengan ilmu agama agar tidak salah langkah dalam menyikapi tren-tren yang ada.

“Kalau kita tidak mau membekali diri kita dengan sebaik-baik bekal dalam agama ini maka akan mudah terjatuh dalam hal-hal yang dilarang dalam agama ini,” sebutnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua oleh Ustazah Nabila Abdul Rahim Bayan yang sempat tertunda dua kali, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat peserta untuk tetap hadir.

Ustazah Nabila dalam materinya memberi gambaran kehidupan dan peran muslimah yang sesungguhnya melalui kisah-kisah para sahabiyah.

“Anak zaman sekarang ini kalau dikit sakit hati melow gitu ya? Apalagi kalau misalnya ada tren-tren, ada yang viral-viral, ada challenge-challenge, yang mohon maaf kadang-kadang tidak ada manfaatnya itu pada ikut-ikutan, fisiknya Aisyah tidak seperti itu,” ungkapnya.

Juri Hafiz Cilik Indonesia tersebut menambahkan bahwa muslimah yang taat, merupakan orang yang ketinggalan zaman.

“Muslimah yang mencintai Allah dan Rasulullah bukan berarti dia menjadi orang terbelakang, tapi justru dengan cintanya kepada Allah dan Rasul lah ini akan menggerakkannya untuk menjadi wanita yang hebat,” tuturnya.

Ustazah Nabila selanjutnya memberi kiat agar menjadi muslimah yang sukses dunia dan akhirat.

“Manusia ini kalau ingin menjadi orang yang mulia, pengen menjadi orang yang hebat, pengen menjadi orang yang sukses, maka dia tidak akan menjadi orang yang mulia kecuali bersama Al-Qur’an, dia akan menjadi orang yang hebat ketika dia bersama Al-Quran”, terangnya. (Mhr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.