Investor China Lirik Proyek Perikanan di Talaud, Pemprov Sulut Siapkan MoU

Pewarta / Editor : Michelle de Jonker

MINAHASA UTARA (Gawai.co) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengungkapkan investor asal China mulai melirik proyek pengembangan kawasan perikanan di Kabupaten Kepulauan Talaud, yang menjadi salah satu proyek prioritas hasil North Sulawesi Investment Challenge (NSIC).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Utara, Hermina Shalom Daily Korompis, mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah mempersiapkan proses menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan calon investor tersebut.

“Tahun ini sudah ada kepastian awal bahwa investor dari China berminat pada proyek di Talaud. Saat ini kami sedang mempersiapkan proses menuju penandatanganan MoU,” kata Hermina saat membuka kegiatan Capacity Building Penyiapan Teknis dan Substantif Proyek Investasi Sulawesi Utara di Minahasa Utara, Kamis (18/6).

Menurut Hermina, sebelumnya pemerintah menawarkan dua proyek kawasan perikanan, yakni di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Namun, setelah melalui proses penjajakan, investor memilih proyek di Talaud.

Untuk mendukung kerja sama tersebut, Pemprov Sulut mulai melakukan penilaian terhadap aset lahan milik pemerintah yang akan menjadi objek investasi.

“Lahan yang sudah siap, khususnya milik pemerintah, harus dilakukan penilaian aset. Minggu lalu bidang pertanahan telah menyurat untuk melakukan penilaian sehingga nilai aset yang akan dikerjasamakan dengan investor dapat diketahui secara pasti,” ujarnya.

Persiapan pemerintah Sulawesi Utara membuat MOU dengan Investor dari China. (17/06).

Hermina menjelaskan penilaian aset merupakan tahapan penting karena menjadi dasar penyusunan skema kerja sama yang memberikan kepastian bagi pemerintah maupun investor.

Ia mengakui persaingan menarik investasi antardaerah semakin ketat sehingga pemerintah tidak lagi dapat hanya menunggu investor datang.

“Investor mencari daerah yang siap, memiliki data yang akurat, serta memberikan kepastian investasi. Karena itu kita harus memiliki proyek yang benar-benar siap ditawarkan, mulai dari status lahan yang jelas, studi kelayakan, nilai investasi yang terukur, hingga aspek lingkungan yang telah dipenuhi,” katanya.

Melalui program Regional Investor Relations Unit (RIRU) North Sulawesi, lanjut Hermina, pemerintah daerah bersama Bank Indonesia terus memperkuat kualitas proyek investasi agar berstatus clean and clear sehingga siap dipromosikan kepada investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Mdj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *