SITARO (Gawai.co) – Suasana haru menyelimuti masyarakat saat ratusan warga berkumpul dalam doa bersama untuk Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit. Tangis pecah di tengah lantunan doa yang dipanjatkan penuh harapan oleh masyarakat dari berbagai lapisan.
Terpantau warga duduk dan berdiri di sekitar kawasan ikon Tugu Pala Sitaro Masadada, di Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur, pada Kamis (7/5/2026) malam, sambil memegang lilin yang telah dinyalakan. Cahaya lilin yang menyala di tengah malam menciptakan suasana penuh haru dan khidmat, sebagai simbol doa serta dukungan moral masyarakat kepada pemimpin daerah mereka.
Momen emosional tersebut tidak hanya dihadiri umat Kristiani. Sejumlah warga Muslim juga turut hadir, menundukkan kepala dan memanjatkan doa bagi pemimpin daerah yang mereka nilai memiliki perhatian besar terhadap masyarakat sejak awal masa kepemimpinannya.
Di tengah kerumunan warga, tampak para ibu menggenggam tangan anak-anak mereka, sementara beberapa lanjut usia tak mampu membendung air mata. Anak-anak pun ikut dibawa orang tua mereka dalam doa bersama, menghadirkan suasana yang menyentuh dan menggambarkan kuatnya rasa persaudaraan masyarakat Kepulauan Sitaro.
“Beliau baru sekitar satu tahun memimpin, tetapi perjuangannya sudah sangat dirasakan masyarakat kecil,” ujar seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Dalam suasana penuh haru itu, sejumlah warga juga menyampaikan harapan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, agar memberikan perhatian terhadap persoalan hukum yang dihadapi sang bupati. Mereka meyakini Bupati tidak bersalah.
“Kami bermohon kepada Bapak Presiden agar ibu bupati bisa dibebaskan. Ibu bupati orang baik, ibu bupati tidak bersalah,” kata seorang ibu berjilbab sambil menahan tangis.
Doa bersama tersebut dipimpin oleh Pdt GMIST Jemaat Ulu Siau, Suharyati Palakua Areros, S.Th. Doa dipanjatkan tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang. Kebersamaan yang tercipta menjadi simbol kuatnya persaudaraan masyarakat Pulau Siau yang tetap bersatu dalam kepedulian dan harapan.
“Kami datang malam ini bukan karena diajak atau disuruh siapa pun. Ini murni aksi spontan dari masyarakat yang merasa sedih dan prihatin dengan apa yang dialami ibu bupati. Kami masih percaya ibu Chyntia Ingrid Kalangit adalah pemimpin yang tulus melayani masyarakat kecil dan tidak melakukan seperti yang dituduhkan kepadanya,” ucap warga Tatahadeng, Novita Mandalika, yang hadir dalam doa bersama.
Sejumlah warga pun mengaku tersentuh melihat antusiasme masyarakat yang rela datang dari berbagai kampung hanya untuk memberikan dukungan moral dan doa bagi pemimpin daerah mereka. Mereka berharap Bupati diberi kekuatan, kesehatan, dan perlindungan dalam menghadapi persoalan yang sedang dihadapi.
Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran seorang pemimpin tidak hanya diukur dari jabatan, tetapi juga dari kedekatan dan ketulusan dalam melayani masyarakat. Di tengah malam yang dipenuhi doa, cahaya lilin, dan isak tangis, Pulau Siau seakan menyatukan satu harapan: agar pemimpin yang mereka cintai tetap kuat menghadapi setiap ujian.
Diketahui, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menetapkan Chyntia Ingrid Kalangit sebagai tersangka kelima dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dana stimulan pascaerupsi Gunung Ruang.
Penetapan tersangka dilakukan pada Rabu malam, 6 Mei 2026, setelah yang bersangkutan menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih 10 jam.

















