
Pewarta: Rendi Pontoh
BOLTARA (Gawai.co) — Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin Lasena, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat kabupaten yang digelar di Lapangan Olahraga Desa Kuala, Kecamatan Kaidipang. Senin, (4/5/36).
Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”. Momentum tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, serta bebas dari praktik diskriminasi.
Selain itu, kegiatan juga diwarnai dengan penyerahan buku Antologi Puisi Etnik ASEAN dari penulis kepada Bupati Boltara sebagai simbol dukungan terhadap penguatan literasi dan kebudayaan di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sirajudin Lasena membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Disampaikan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi untuk meneguhkan dan menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional.
“Pada hakikatnya, pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia,” demikian kutipan pidato tersebut.
Lebih lanjut, ditegaskan bahwa pendidikan merupakan proses menemukan serta mengembangkan potensi kodrati manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Nilai-nilai dasar pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara melalui sistem among—asah, asih, dan asuh—menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi bangsa.
Sejalan dengan visi Prabowo Subianto dalam Asta Cita, pendidikan dipandang sebagai upaya strategis untuk mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia maju dan bermartabat.
Dalam pidato tersebut juga ditekankan pentingnya tiga pilar utama dalam peningkatan mutu pendidikan, yakni Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, serta Misi yang lurus. Tanpa ketiga hal tersebut, berbagai kebijakan pendidikan dikhawatirkan hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak nyata.
Upacara Hardiknas ini turut dihadiri Ketua TP-PKK Boltara Ening Sutrisna Lasena Adam, Sekretaris TP-PKK Moy Olivia Pontoh Mamonto, unsur Forkopimda atau yang mewakili, staf ahli Bupati, para asisten, pimpinan OPD, camat, sangadi, serta para guru dan siswa.
Peringatan ini menjadi penegasan bahwa kolaborasi seluruh elemen daerah merupakan kunci dalam mendorong kemajuan pendidikan dan menciptakan generasi masa depan yang berkarakter serta siap menghadapi tantangan global.
(rp)











