BI Dorong Digitalisasi Daerah di Sulut, Transaksi QRIS Capai Rp1,86 Triliun

Foto Istimewa : Saat Pelaksanaan digitalisasi keuangan daerah bersama Championship P2DD 2026 dan TP2DD se-Sulawesi Utara pada 22–24 April 2026.

Pewarta / Editor : Michelle de Jonker

MANADO (Gawai.co) — Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara terus mempercepat digitalisasi keuangan daerah lewat pendampingan Championship P2DD 2026 bersama TP2DD se-Sulawesi Utara pada 22–24 April 2026.

Transformasi digital di Sulawesi Utara menunjukkan perkembangan pesat. Pada triwulan I 2026, transaksi QRIS mencapai Rp1,86 triliun dengan lebih dari 16,06 juta transaksi, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap pembayaran non-tunai sekaligus membuka peluang optimalisasi keuangan daerah.

Program ini merupakan bagian dari penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Digitalisasi diarahkan untuk menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses. Pembayaran pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan, serta retribusi daerah kini terus didorong melalui kanal digital tanpa antre.

Selain meningkatkan layanan, digitalisasi berdampak pada struktur fiskal daerah. Sistem pembayaran yang terdigitalisasi mendorong kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi, sehingga meningkatkan penerimaan daerah dan memperkuat kemandirian fiskal.

Hingga Maret 2026, jumlah merchant QRIS di Sulut telah melampaui 373 ribu dengan lebih dari 555 ribu pengguna, dan diproyeksikan terus bertambah hingga akhir tahun. Hal ini menandakan ekosistem digital semakin mengakar dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Tim SP dan PUR KPwBI Sulut, Ircham Andrianto Taufick, menegaskan pendampingan ini bertujuan memastikan manfaat digitalisasi dirasakan langsung oleh masyarakat melalui sistem yang lebih efisien dan transparan.

“Capaian P2DD 2025 turut menguatkan posisi Sulut dengan meraih peringkat tiga tingkat provinsi, didukung kinerja Kota Tomohon, Kota Manado, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara”, Kata Ircham

Kedepannya, sinergi Bank Indonesia dan pemerintah daerah akan terus diperkuat guna mendorong ekonomi yang inklusif, efisien, dan berdaya saing.

Mjd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *