HLM TPID Perkuat Stabilitas Harga dan Ekonomi Tomohon–Bone Bolango

Pewarta / Editor : Michelle de Jonker

TOMOHON (Gawai.co) – bersama Pemerintah Kota Tomohon menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dirangkaikan dengan Kerjasama Antar Daerah (KAD) bersama Kabupaten Bone Bolango, Rabu (22/4/2026).

Agenda ini menjadi langkah konkret memperkuat sinergi antarwilayah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

Kegiatan dipimpin Wali Kota dan dihadiri Bupati Bone Bolango , Wakil Wali Kota , Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara , serta jajaran TPID dari Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Dalam sambutannya, Caroll Senduk menegaskan bahwa inflasi bukan sekadar persoalan harga, melainkan isu sistematis yang membutuhkan kolaborasi dari sisi supply dan demand.

“menekankan pentingnya inovasi kebijakan, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta kesinambungan program pengendalian inflasi. Menurutnya, KAD berperan penting dalam menjamin ketersediaan pangan sekaligus mempersingkat rantai distribusi antar daerah agar harga tetap stabil.” Ujar Caroll Senduk

Sementara itu, Ismet Mile memaparkan strategi Bone Bolango dalam menjaga ketersediaan pangan melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya cabai.

“Saya juga mengembangkan model kawasan perdesaan berbasis komoditas strategis yang terintegrasi, sebagai upaya meningkatkan produksi sekaligus mendorong ekonomi lokal melalui sektor pertanian dan agrowisata”, Kata Ismet Mile.

Pada sesi pemaparan, Joko Supratikto menjelaskan bahwa inflasi di Sulawesi Utara relatif terkendali, meskipun beberapa komoditas masih berpotensi mengalami fluktuasi.

“Pada 2026 program bertransformasi menjadi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan sinergi pusat-daerah.” Joko Supratikto.

“Kami akan mendorong Pemerintah Kota Tomohon untuk memperkuat program seperti Gerakan Pangan Murah, inspeksi pasar, serta peningkatan produktivitas melalui penguatan kelembagaan petani, termasuk program PATUA dan WANUA.”, Tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dan Perjanjian Kerja Sama Antar Daerah (KAD) komoditas hortikultura, beras, tomat, dan cabai rawit. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat distribusi pangan, menjaga stabilitas harga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan.

Mdj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *