Editor/Pewarta: Alfondswodi
BITUNG (Gawai.co) – Operasi evakuasi lima anak buah kapal (ABK) KM Anaia yang terbakar di perairan Laut Maluku Utara berhasil dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi, melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta Pemerintah Kota Bitung dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Peristiwa kebakaran kapal tersebut mengakibatkan lima ABK menjadi korban. Satu di antaranya mengalami luka serius di sekujur tubuh sehingga harus mendapatkan perawatan intensif dan evakuasi khusus.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat kejadian para ABK tengah tertidur di kamar yang berada di atas ruang mesin kapal.
Dalam proses evakuasi, dua kapal pemerintah dikerahkan, yakni KP SBU XV-2001 milik Ditpolairud Polda Sulut serta KAL Tedong Naga VIII-25 dan RHIB, milik TNI AL.
KP SBU XV-2001 mengevakuasi satu korban, Yanto Sumelung (46), yang kemudian dibawa dan bersandar di dermaga Ditpolairud Polda Sulut di Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung.
Sementara itu, empat korban lainnya, yakni Yornes Gumolobe (51), Niklas Atande (58), Nestor Sumelung (44), dan Fenly Yosep (46), dievakuasi menggunakan KRI Tedong Naga dan dibawa ke Dermaga Satrol Kodaeral VIII Bitung.
Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Kodaeral VIII Bitung Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut.
“Puji syukur, atas perintah Pangkoarmada VIII, misi evakuasi KM Anaia dapat kami tuntaskan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Jumat (27/3/2026) dini hari.
Ia menegaskan, keberhasilan misi penyelamatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi, baik TNI, Polri, Basarnas, BPBD, maupun pemerintah daerah.
Saat ini, para korban tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Manado dan Bitung. Yanto Sumelung (46) dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu pagi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Malalayang.
Sementara itu, dua korban lainnya, Nestor Sumelung (44) dan Fenly Yosep (46), masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama. Adapun Yornes Gumolobe (51) dirawat di RS Manembo-nembo Bitung. (ayw)

















