Komunitas Kristen Sarankan TNI-Polri Rekrut Tamatan Perguruan Tinggi Kristen

Koordinator Komunitas Kristen Indonesia Dr. Semuel Linggi Topayung, M.AP. (Foto: ist)

Editor: Martsindy Rasuh

JAKARTA (Gawai.co) – Koordinator Komunitas Kristen Indonesia
Dr. Semuel Linggi Topayung, M.AP harapkan, para prajurit TNI dan Polri memiliki latar belakang pendidikan agama agar punya akhlak dan tingkah laku yang baik.

Topayung menyebut, kalangan tersebut dinilai telah terdidik moral dan akhlak sebelumnya.

“Seperti diketahui sebagai salah satu persyaratan yang ditekankan ketika menjadi prajurit TNI-Polri, jika perekrutan calon prajurit dari lembaga pendidikan agama, sudah pasti terjaga akhlaknya jika terpilih menjadi prajurit,” ungkap Topayung kepada media ini, Kamis (10/3/2022).

Kata Topayung, meskipun tidak mendapat pendidikan kemiliteran, selama ini di Perguruan Tinggi (PT) Kristen mendapat pendidikan mengenai kejujuran, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan.

Selain itu, lulusan perguruan tinggi keagamaan memiliki bekal ilmu keagamaan serta pemahaman mengenai adab dan tata laku yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.

“Moralitas sangat penting dalam kehidupan prajurit, karena sehebat dan sepintar apapun seorang prajurit, bila tidak dilandasi loyalitas dan moralitas yang baik maka prajurit tersebut tidak ada artinya,” tegasnya.

Ia pun menyebut, bagaimana seorang prajurit harus bersikap ramah tamah terhadap rakyat, bersikap sopan santun terhadap rakyat, menjunjung tinggi kehormatan wanita, menjaga kehormatan diri di muka umum, menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaannya.

“Tidak sekali-kali merugikan rakyat, tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat, menjadi contoh dan mempelopori segala usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya,” sebutnya.

Selain itu, seorang prajurit harus memiliki integritas, yakni berkaitan dengan konsistensi dan keteguhan, potensi yang memancarkan kewibawaan, memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter yang kuat.

“Ketiga hal tersebut yakni loyalitas, moralitas dan integritas harus melekat erat pada diri setiap prajurit dalam melaksanakan setiap tugas,” tuturnya.

“Profesionalisme prajurit TNI-Polri tidak cukup hanya mahir dalam teknik, taktik dan strategi bertempur, tetapi juga harus memiliki moral dan akhlak yang baik,” katanya lagi.

Karena, lanjut Topayung, setangguh apapun seorang prajurit, sehebat apapun teknik dan taktik pertempuran dikuasai, tanpa dilandasi mentalitas dan moralitas yang baik, serta loyalitas tidak akan ada artinya.

“Oleh sebab itu, dari semua hal diatas kami menyarankan agar TNI-Polri merekrut tamatan perguruan tinggi kristen untuk memperkuat akhlak institusi,” pungkasnya. (mrt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.