Pembahasan Perda Terkait BRIDA, DPRD Sulut Gandeng Unima

Kunjungan kerja DPRD Provinsi Sulut ke Unima yang membahas perda untuk BRIDA. (Foto: Martsindy Rasuh)

Editor/Pewarta: Martsindy Rasuh

TONDANO (Gawai.co) – Unima kini kembali menerima kunjungan kerja DPRD Provinsi Sulawesi Utara bersama tim yang disambut langsung Rektor Unima, Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd., di lantai II Kantor Pusat Unima, Jumat (4/8/2023).

Kunjungan kerja ini membahas terkait rancangan pembentukan peraturan daerah (perda), Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang nantinya Unima akan berkolaborasi bersama DPRD Sulut.

Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd., menyebutkan, kunjungan kali ini adalah agenda penting dalam rangka membahas rancangan peraturan daerah tentang BRIDA karena bersentuhan langsung dengan salah satu tri dharma perguruan tinggi yakni penelitian.

“Dalam rangka pembentukan BRIDA di Sulut, amat penting untuk upaya akselerasi atau percepatan pembangunan daerah berdasarkan riset dan inovasi. Selain itu, agenda pembentukan BRIDA juga berperan penting dan strategis karena sesuai visi Unima,” papar Katuuk.

“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan hari ini dan diharapkan ada percepatan dalam pembentukan regulasinya sehingga kita akan menjadi optimal dalam mengejar daerah lain yang sudah memiliki aturan tentang BRIDA,” ujar Katuuk.

Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Andi Silangen, S.P.B, KBD., dalam wawancaranya mengatakan pihaknya tinggal melanjutkan apa yang telah dilakukan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).

‚ÄúPembahasan ini dalam rangka rancangan pembentukan perda tentang BRIDA. Sebenarnya ini tinggal melanjutkan apa yang telah dilakukan teman-teman Bapemperda yang telah mengunjungi beberapa universitas dalam pelibatan perguruan tinggi,” sebut Silangen.

Lebih lanjut Silangen menjelaskan, tugas BRIDA adalah penelitian, pengkajian, pengembangan, rekayasa, dan inovasi. Sehingga setiap program kegiatan berdasarkan hasil riset, inovasi dan program kerja akan lebih fokus seperti pemberantasan kemiskinan.

Sementara itu, Ketua LPPM Unima, Dr. Armstrong Sompotan, M.Si mengusulkan, kiranya mengenai struktur agar lebih ramping sehingga memiliki peran fungsional agar fokus dalam penelitian nantinya.

“Dalam rapat tadi, saya telah mengusulkan terkait struktur harus ramping dan memiliki peran sebagai fungsional agar fokus penelitian tertata dengan baik,” kata Sompotan.

Menurut Armstrong, riset yang akan dilakukan harus menyesuaikan dengan keadaan masyarakat Sulut.

“Misalnya, pertama tentang pertambangan karena merupakan eksplorasi sumber daya alam, kedua tentang potensi bencana alam seperti beberapa daerah di Sulut yang memiliki gunung merapi, dan ketiga tentang sosial masyarakat,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kunjungan kerja ini, Wakil Ketua Bapemperda Melky Pangemanan, SIP, MAP, M. Si, Anggota Bapemperda Fabian Kaloh, SIP, M. Si, dan Yusra Alhabsyi, SE, Ketua Tim Pengembangan Prof. Dr. Sjamsi Pasandaran, M.Pd, Sekretaris Senat Unima, Prof. Dr. Beatrix Jetje Podung, M.Kes, Ketua SPI Prof. Dr. Philotheus E.A Tuerah, M.Si.,DEA., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Prof. Dr. Sanusi Gugule, M.Si, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Donal Ratu, M.Hum., Ketua LPPM Unima, Dr. Armstrong Sompotan, M.Si., LP3M Dr. Patricia M. Silangen, S.Pd, MSi., Kabag Umum dan Plt. Karo Vivi W. Saroinsong, S.Pi, MAP., Dekan FT Dr. Djubir Ruslan Eddy Kembuan, M.Pd, Dekan FIKKM Prof. Dr. Theo W. E. Mautang, M.Kes., AIFO, Dekan FBS Dr. Ignatius Javier C. Tuerah, S.S., M.Pd, Dekan FISH, Recky H. E. Sendow, SP., MM., Ph.D, Dekan FEB Dr. Joseph P. Kambey, MBA., Ak dan Kepala Humas Drs.Titof Tulaka, SH. M.AP. (Mrt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *