Kajati Sulut Canangkan Kampung Nelayan Binaan Kejari Sangihe  di Tidore, Serahkan Bantuan Sosial kepada Nelayan

Pewarta : Reynaldi Tulong

 

Sangihe, Gawai.co — Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Utara, Ny. Yulis Hendrik Pattipeilohy, melakukan peninjauan dan pencanangan Kampung Nelayan Binaan Kejaksaan Negeri Tahuna di Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur, Senin (18/5/2026).

 

Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Kantor Lurah Tidore tersebut turut dihadiri Kapolres Kepulauan Sangihe, Abdul Kholik, bersama sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

Turut hadir dalam kegiatan itu, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Ketua TP-PKK Ny. Cherry S. Thungari Soeyoenus, Wakil Bupati Tendris Bulahari bersama Ny. Agnes L.P. Bulahari Walukow, Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazarudin, Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Hadi Subandi, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe I Bagus Putra Agung.

Selain itu, hadir pula Ketua Pengadilan Negeri Tahuna Sigit Triatmojo, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe Marvein Hontong, pimpinan OPD, para asisten Kejati Sulut, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok nelayan binaan Kejaksaan Negeri Tahuna, serta tamu undangan lainnya.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan ucapan selamat datang oleh pembawa acara, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Hi. Ismanto Nursalam. Selanjutnya, Lurah Tidore Rofia Muthalib memaparkan profil Kelurahan Tidore sebagai wilayah binaan nelayan.

Dalam kesempatan tersebut, Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy menyampaikan sambutan sekaligus melakukan pencanangan Kampung Nelayan Binaan Kejaksaan Negeri Tahuna sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat pesisir dan peningkatan kesejahteraan nelayan.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada perwakilan Kelompok Nelayan Aliansa, sesi foto bersama, serta dialog interaktif bersama kelompok nelayan guna menyerap aspirasi dan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat pesisir di wilayah tersebut.(nal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *