
Pewarta : Rendi Pontoh
Editor : Michelle de Jonker
BOLTARA (Gawai.co) – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) melakukan demonstrasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026 menggunakan QRIS dalam rangkaian penyerahan SPPT PBB-P2 2026 yang digelar bersamaan dengan upacara peringatan Hari Kartini, di Lapangan Kantor Bupati Boltara. Selasa (21/4/26) kemarin.
Bupati memperagakan secara langsung proses pembayaran pajak hanya dengan memindai kode QR yang telah tercetak pada SPPT PBB-P2 edisi terbaru. Wajib pajak cukup membuka aplikasi pembayaran digital, melakukan scan QRIS, memasukkan nominal sesuai tagihan, dan transaksi pun selesai dalam hitungan detik.
Menurut Kepala BPKD Boltara Nul Hakim, Langkah ini menjadi terobosan baru Pemerintah Kabupaten Boltara dalam mempermudah akses layanan publik, khususnya dalam pembayaran pajak daerah. Dengan sistem berbasis QRIS, masyarakat tidak lagi harus datang ke loket pembayaran, sehingga lebih efisien dari segi waktu dan tenaga.
“Inovasi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang lebih modern, transparan, dan mudah dijangkau masyarakat,” ujar Nul Hakim (21/4).
Tambahnya, Penerapan QRIS pada SPPT PBB-P2 juga merupakan strategi konkret pemerintah daerah dalam mendorong digitalisasi transaksi keuangan daerah.
“Selain meningkatkan efisiensi, sistem ini diharapkan mampu meminimalisir potensi kebocoran serta memperkuat transparansi penerimaan pajak.”Tambahnya.
Kegiatan ini turut menghadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, para camat, Sangadi/kepala desa, serta ASN dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boltara. Antusiasme peserta terlihat saat demo berlangsung, menandakan penerimaan positif terhadap inovasi tersebut.
Dengan hadirnya fitur pembayaran berbasis QRIS ini, pemerintah berharap tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB-P2 semakin meningkat. Di sisi lain, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2026 pun menjadi target yang kian realistis untuk dicapai.
(rp)



