Bupati Boltara Tutup Diklat Calon Kepala Sekolah 2026, Terapkan Visioner Kepemimpinan di Era Digital

Pewarta: Rendi Pontoh

MANADO (Gawai.co) — Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena, secara resmi menutup Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kabupaten Boltara Tahun 2026 yang digelar di Peninsula Hotel Manado. (16/4/26) Sabtu kemarin.

Penutupan kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltara ini menjadi penanda berakhirnya proses pembekalan intensif bagi 73 peserta yang terdiri dari 48 guru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 25 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Para peserta dipersiapkan untuk menjadi kepala sekolah profesional melalui penguatan kompetensi manajerial, kepemimpinan pendidikan, serta kemampuan adaptif menghadapi dinamika dunia pendidikan.

Prosesi penutupan ditandai dengan penanggalan kartu peserta oleh Bupati Boltara, sebagai simbol berakhirnya rangkaian pelatihan sekaligus awal pengabdian baru para calon pemimpin pendidikan di daerah.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mencetak pemimpin pembelajaran yang andal, visioner, dan kompeten. Ia menyoroti pentingnya kesiapan kepala sekolah dalam menghadapi tantangan transformasi digital, penguatan karakter peserta didik, serta pembenahan tata kelola pendidikan yang semakin kompleks.

“Peran kepala sekolah bukan hanya sebagai administrator, tetapi sebagai motor penggerak perubahan di satuan pendidikan. Dibutuhkan inovasi, keberanian mengambil langkah, serta integritas yang tinggi untuk menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dinamika kurikulum dan perkembangan teknologi menuntut kepala sekolah untuk terus beradaptasi dan berinovasi, dengan tetap berfokus pada pengembangan potensi siswa dan guru.

Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan secara maksimal di lapangan, serta menjadi momentum untuk mencari solusi atas berbagai persoalan pendidikan di Boltara.

Kegiatan ini turut dihadiri Asisten Bidang Administrasi Umum, Tim Monitoring dan Evaluasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Hofni Julianus Timpalen, para pengajar, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltara, serta seluruh peserta diklat.

(rp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *