Daerah  

Bank Indonesia Manfaatkan Festival Tulude 2026 Perkuat Literasi Keuangan dan Digitalisasi di Sangihe

Parade yang diikuti pelajar SD disela-sela kegiatan rangkaian HUT ke-601 Kepulauan Sangihe dan perayaan Festival Adat Tulude 2026. (foto:istimewa)

Pewarta : Michelle de Jonker

Editor : Alfondswodi

TAHUNA (Gawai.co) – Bank Indonesia (BI) memanfaatkan momentum Festival Tulude 2026 sebagai sarana strategis untuk memperkuat literasi keuangan serta mendorong digitalisasi sistem pembayaran di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Minggu (01/02/2026).

Festival budaya tahunan yang digelar pada 28–31 Januari 2026 di Lapangan Gesit Tahuna ini menjadi ruang sinergi antara pelestarian tradisi dan transformasi ekonomi digital.

Melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPwBI Sulut), BI menghadirkan edukasi kebanksentralan yang meliputi sosialisasi kebijakan sistem pembayaran, literasi keuangan, serta perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada masyarakat.

Dukungan BI terhadap Festival Tulude 2026 merupakan bagian dari sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kehadiran BI menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Bank Indonesia memfasilitasi pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 30 Januari 2026.

Forum tersebut menjadi wadah penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam pengendalian inflasi serta percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Edukasi kebanksentralan juga menyentuh langsung masyarakat melalui integrasi kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dalam berbagai lomba dan aktivitas Festival Tulude, seperti lomba kebersihan, yel-yel, defile, hingga permainan tradisional gasing. Pendekatan kreatif dan partisipatif ini menyasar pelajar serta generasi muda agar memahami dan mencintai Rupiah sejak dini.

Selain itu, BI turut mendukung pameran dan bazar UMKM yang menjadi bagian dari Festival Tulude. Dalam kegiatan tersebut, BI memberikan voucher diskon transaksi QRIS kepada pengunjung guna mendorong preferensi transaksi non-tunai serta memperkenalkan pengalaman berbelanja digital yang aman, cepat, dan efisien.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan keterlibatan BI dalam Festival Tulude merupakan wujud komitmen memperluas literasi keuangan hingga wilayah kepulauan.

“Kami mengampanyekan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah melalui cara yang kreatif, menyenangkan, dan partisipatif, dengan fokus kepada para siswa agar memahami nilai Rupiah sejak dini. Selain itu, BI juga memberikan insentif transaksi digital QRIS kepada 1.000 pengunjung pameran dan bazar UMKM dalam rangka HUT ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Joko.

Sinergi Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam Festival Tulude 2026 menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi digital. Integrasi tradisi, literasi keuangan, dan digitalisasi transaksi diharapkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Ke depan, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta mempercepat transformasi digital di Sulawesi Utara, termasuk wilayah kepulauan dan perbatasan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Sekretaris Daerah, serta jajaran pejabat daerah terkait, dan menjadi momentum strategis dalam penguatan pengendalian inflasi serta digitalisasi ekonomi daerah. (Mdj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *