Peringati HAN, Bupati Bagi Tabungan dan Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Anak

SITARO (Gawai.co) — Peringatan Hari Anak nasional (HAN) Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Evangelian Sasingen berkumpul bersama ratusan anak dan menyerahkan uang tabungan pendidikan. Bupati juga mengecam seluruh aksi kekerasan yang dilakukan terhadap anak, berlokasi di halaman kantor bupati. Jumat (19/8/2022).

Ratusan anak bersama orang tua di Pulau Siau, berkumpul di halaman kantor bupati sejak pukul 08.00 wita pagi. Terpantau dalam peringatan HAN anak anak menggunakan kostum unik dan bergaya dalam acara fashion week.

Bupati sitaro Evangelian Sasingen, bersama Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi didampingi Sekertaris daerah Denny Kondoj dan kepala organisasi perangkat daerah hadir menyapa dan berkumpul bersama anak anak.

Bupati sitaro Evangelian Sasingen, terpantau menyerahkan hadiah berupa uang tabungan kepada anak anak yang berhasil menjawab pertanyaan, atau berani bertanya kepada bupati. Selain itu, Bupati juga menyerahkan uang tabungan kepada seluruh peserta lomba puisi yang selesai berkompetisi dalam semarak hari kemerdekaan.

“Anak-anak merupakan aset daerah, menjadi apapun mereka nanti, mereka tetap merupakan aset daerah sebagai tonggak pembangunan” buka Sasingen.

Dalam sambutannya, Sasingen mengajak seluruh orang tua dan guru di Sitaro untuk saling bekerjasama dalam mendidik dan mengajar anak anak. Jangan sampai, justru jadi saling tuding dan saling menyalahkan ketika anak – anak menjadi nakal atau malas belajar.

“Anak di sekolah itu hanya beberapa jam, jadi orang tua di rumah harus punya waktu untuk mendidik dan mengajar anak jangan dilempar ke guru saja, dan guru dengan waktu yang ada wajib mendidik mereka dengan sungguh, jangan hanya sibuk dengan urusan tidak penting lainnya,” tegas Sasingen.

Sebagai seorang ibu, Sasingen juga mengingatkan semua orang termasuk orang tua, jangan sampai terjadi kekerasan terhadap anak, apapun bentuknya itu. Dia (Sasingen) secara tegas berteriak mengecam tindakan itu, dan akan mendorong proses hukum sebagai efek jerah kepada pelaku, siapapun itu, karena dianggap merusak masa depan anak.

“Kekerasan yang dilakukan kepada anak anak, akan di ingat sampai besar nanti, dan akan merusak masa depan anak anak. Karena itu saya menolak dan mengecam aksi kekerasan terhadap anak, apapun itu bentuk dan aksinya,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu anak Mackenzo Neghe asal SD Inpres Pehe mengaku sangat senang. Karena dalam peringatan HAN ini bisa bertemua banyak teman, dikarenakan dua tahun sebelumnya tidak ada kerumunan dan kegiatan dalam peringatan hari anak. “Senang sekali banyak teman, apalagi bisa bertemu dengan Ibu Bupati Sitaro,” ungkap Kenzo sapaan akrab.

Senada juga di ungkapkan Justin Cleon Kaaro, siswa SD Inpres Paniki ini berharap, di tahun yang akan datang akan ada acara yang lebih menarik dalam peringatan HAN. “Semoga tahun depan ada banyak hadiah dan permainan menarik dari Ibu Bupati,” ucap Cleon. (Frans)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.