Daerah  

Literasi Pasar Modal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sulut

Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia Sulawesi Utara dan Gorontalo, Mario Laurens Iroth saat membuka kegiatan. (Foto:istimewa)

Pewarta: Michelle de Jonker

Editor: Alfondswodi

MANADO (Gawai.co) – Literasi dan edukasi pasar modal dinilai menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Refreshment Wartawan dan Kick Off 3rd Festival Jurnalistik yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 30 jurnalis dari berbagai media di Sulawesi Utara tersebut menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap investasi yang legal dan terdaftar. Literasi yang baik diyakini mampu meningkatkan partisipasi investor sekaligus melindungi masyarakat dari praktik investasi ilegal.

Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia Sulawesi Utara dan Gorontalo, Mario Laurens Iroth, mengatakan peningkatan literasi menjadi faktor kunci pertumbuhan investor di daerah.

“Terdata sebanyak 154.136 investor di Sulawesi Utara dengan nilai transaksi mencapai Rp1,32 triliun. Terdapat investor aktif yang rutin melakukan transaksi, serta investor jangka panjang,” ujar Mario.

Menurutnya, edukasi pasar modal penting agar masyarakat mampu membedakan produk investasi yang legal dan diawasi otoritas resmi, sehingga terhindar dari potensi kerugian.

Peningkatan jumlah investor di daerah tidak hanya berdampak pada sektor keuangan, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi secara keseluruhan. Partisipasi masyarakat di pasar modal dinilai dapat memperkuat stabilitas ekonomi daerah serta membuka peluang pembiayaan bagi perusahaan lokal.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menambahkan keterlibatan jurnalis dalam kegiatan literasi memiliki peran strategis.

“Melalui pemberitaan yang akurat dan edukatif, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi yang aman dan legal diharapkan semakin meningkat,” ujarnya.

Ia berharap, peningkatan literasi pasar modal mampu melahirkan investor yang lebih berkualitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang inklusif dan berkelanjutan. (Mjd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *