Pewarta: Michelle de Jonker
Editor: Alfondswodi
MANADO (Gawai.co) – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (BI Sulut) terus memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui puncak Festival Halal, Inklusif dan Hijau Ramadhan Sulawesi Utara (HIJRAH Sulut Fest) 2026 yang digelar di kawasan Megamas, Manado, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia, naik dari posisi keempat pada 2023.
“Indonesia menargetkan menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada 2029. Posisi ketiga dunia saat ini adalah capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat sektor halal food, keuangan syariah, serta media dan rekreasi agar mampu bersaing secara global,” ujar Joko.
Ia menjelaskan, BI menjalankan strategi pengembangan ekonomi syariah melalui tiga pilar utama yang dikenal dengan konsep “IKLAS”, yakni Industri Syariah, Keuangan Syariah, dan Literasi Syariah. Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan sektor halal food, modest fashion, pariwisata ramah muslim, digitalisasi keuangan syariah, serta edukasi kepada masyarakat.
“HIJRAH Sulut Fest merupakan implementasi nyata dari tiga pilar IKLAS di Sulawesi Utara. Festival ini menjadi wadah sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem halal, inklusif, dan hijau, sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi syariah,” jelasnya.
Festival yang berlangsung sejak 18 Februari hingga 15 Maret 2026 ini menghadirkan sembilan program unggulan, antara lain sertifikasi halal UMKM (SERUMA), pelatihan juru sembelih halal (JULEHA), digitalisasi transaksi QRIS (RAHMANI), wakaf digital (WAFA), business matching pembiayaan UMKM (BUCIN), literasi ekonomi syariah (LIQRA), layanan penukaran uang rupiah (SERAMBI), kompetisi ekonomi syariah (KORMA), serta program lingkungan HIKMAH melalui pengelolaan limbah plastik.
Partisipasi masyarakat tercatat tinggi, terutama pada layanan penukaran uang selama Ramadhan. Hingga 26 Februari 2026, sebanyak 2.963 orang telah memanfaatkan layanan tersebut dengan total realisasi mencapai Rp12,73 miliar.
Selain penguatan ekonomi, BI Sulut juga menyalurkan 275 paket sembako kepada masyarakat melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Joko menegaskan, seluruh rangkaian program ini merupakan bentuk dukungan terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memperkuat ekonomi syariah daerah.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dan inovasi guna mengakselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Utara. Semoga upaya ini mendorong daerah semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutupnya.
HIJRAH Sulut Fest diharapkan menjadi katalisator penguatan ekonomi syariah di Sulawesi Utara, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan UMKM sebagai pilar utama ekonomi daerah. (Mjd)

















