
Pewarta: Rendi Pontoh
BOLTARA (Gawai.co) — Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara kembali menjadi sorotan tajam Bupati Sirajudin Lasena. Dalam momentum pelantikan 97 pejabat manajerial dan non manajerial, Selasa (5/5/26) kemarin, ia secara terbuka mengkritik lemahnya fokus manajemen ASN sekaligus mengingatkan bahaya perpecahan di tubuh birokrasi.
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Bupati Sirajudin menegaskan bahwa ASN harus menunjukkan loyalitas penuh dalam melayani masyarakat, bukan justru terjebak dalam dinamika internal yang menghambat kinerja pemerintahan.
Ia menilai, manajemen ASN saat ini belum berjalan optimal karena kurangnya keseriusan dan dedikasi. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi merugikan masyarakat jika tidak segera dibenahi.
“Biar ngoni mo bicara dengan caci maki pa kita, kita nda masalah. Karena kita ikhlas mendedikasikan sisa umur ini untuk rakyat Boltara. Jadi tolong mari jo sama-sama mengabdi untuk rakyat dan daerah ini,” tegasnya.
Tak hanya itu, Sirajudin juga menyinggung adanya indikasi perpecahan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mengaku telah menerima laporan terkait adanya kelompok-kelompok yang mulai membangun “komando” sendiri di luar garis kepemimpinan daerah.
Menurutnya, situasi tersebut tidak boleh dibiarkan berkembang karena akan mengganggu stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik.
“Kalau Gubernur Sulut bilang satu komando, maka komando itu cuma satu. Jangan ngoni bekeng dua deng tiga komando di daerah ini,” ujarnya dengan nada tegas.
Bupati bahkan menyebut pola pikir sejumlah pihak yang mencoba melawan kebijakan sebagai sikap picik. Ia menegaskan telah mengetahui pihak-pihak yang dimaksud dan meminta agar praktik tersebut segera dihentikan.
“Sejak awal saya sampaikan, saya bukan orang baru di pemerintahan. Jadi berhenti dan fokus bekerja totalitas. Daerah ini belum hebat, jangan dulu terkotak-kotak yang akhirnya rakyat dibuat mabuk dengan torang pe kelakuan,” ungkapnya.
Di akhir arahannya, Sirajudin mengingatkan para kepala OPD untuk bekerja dengan niat tulus dan menjunjung nilai keikhlasan dalam pengabdian. Ia menekankan pentingnya integritas, bukan sekadar pencitraan di depan publik.
“Bagaimana mo kerja mo dapat petunjuk dari Allah untuk negeri ini, sementara torang baku muka senyum, cipika-cipiki, tapi di belakang saling menjatuhkan. Sudah jo kasiang,” pungkasnya.
(rp)











