BI Sulut Ajak TP2DD se-Sulut Belajar ke Jawa Timur, Bidik Lompatan Digitalisasi dan Prestasi Nasional 2026

Pewarta/Editor : Michelle de Jonker

MANADO (Gawai.co) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sulawesi Utara melakukan studi visit dan capacity building ke Provinsi Jawa Timur pada 14–16 April 2026 untuk mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan memperkuat daya saing menuju Championship TP2DD 2026.

Kegiatan ini tidak sekadar kunjungan pembelajaran, tetapi menjadi langkah konkret BI Sulut dan pemerintah daerah memperkuat digitalisasi tata kelola keuangan, meningkatkan transaksi non-tunai, mengoptimalkan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), serta mendorong lahirnya program unggulan yang berdampak langsung pada penerimaan daerah.

Rombongan dipimpin Kepala Tim SP PUR BI Sulut, Ircham Andrianto Taufick, bersama jajaran pimpinan perangkat daerah, tim teknis TP2DD, dan BPD SulutGo.

Jawa Timur dipilih karena dinilai menjadi model nasional digitalisasi daerah. Pada Championship TP2DD 2025, provinsi ini meraih delapan penghargaan, termasuk TP2DD Terbaik tingkat provinsi.

Ircham menegaskan, tujuan utama studi visit ini adalah memperkuat tindak lanjut diagnostic tools, meningkatkan kualitas program unggulan, serta mempercepat pembenahan kinerja TP2DD di Sulawesi Utara.

“Masih ada aspek yang perlu diperkuat, terutama tindak lanjut program unggulan dan optimalisasi KKPD. Melalui studi ini, kami ingin mempercepat kesiapan TP2DD Sulut agar lebih kompetitif pada Championship TP2DD 2026,” ujar Ircham.

Salah satu inovasi yang dipelajari peserta ialah “Sambel Bajak” yang mengintegrasikan pembayaran pajak kendaraan dengan ekosistem e-commerce dan mendorong kenaikan penerimaan PKB dari Rp7,78 triliun menjadi Rp8,26 triliun.

Peserta juga mendalami inovasi digital Kota Surabaya, mulai layanan perizinan digital, sistem parkir berbasis EDC dan artificial intelligence, hingga digitalisasi tiket wisata yang menopang peningkatan PAD.

Melalui capacity building bersama Kementerian Keuangan, Kemenko Perekonomian, Pemprov Jawa Timur dan BPD Jatim, TP2DD se-Sulut juga memperkuat strategi peningkatan kinerja dan kualitas pelaporan.

Dari kegiatan ini, seluruh TP2DD se-Sulawesi Utara berkomitmen mendorong lompatan digitalisasi daerah, memperkuat kemandirian fiskal, serta membidik peningkatan prestasi nasional melalui tata kelola keuangan yang makin modern, transparan, dan akuntabel.

Mdj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *