Editor/Pewarta: Indra S. S. Ketangrejo
KOTAMOBAGU – Pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan pembangunan dalam mendorong terbentuknya provinsi baru atau pemekaran daerah di Indonesia.
Keterlibatan pemuda tidak hanya sebatas demonstrasi, tetapi juga melalui diskusi terarah, riset, dan seminar untuk merumuskan konsep pembentukan provinsi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Semangat terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR) terus digaungkan oleh berbagai elemen masyarakat yang tersebar di wilayah BMR. Diantaranya pemuda Kristen.
Dalam momentum ibadah dan diskusi awal tahun yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-76 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), yang mengangkat tema diskusi Posisi dan Peran Warga Gereja dalam Penguatan SDM, menghadapi DOB Provinsi BMR, yang berlangsung di Sinindian, Kotamobagu, Selasa (17/02/2026), menekankan pentingnya keselarasan langkah dengan visi pembangunan daerah.
Ketua DPC GAMKI Bolmong, Stovian Gedoan, yang juga bertindak sebagai moderator menyampaikan, hasil diskusi kali ini sejalan dengan visi strategis Pemerintah Provinsi Sulut dalam hal ini Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK). Ia menegaskan, persiapan menuju provinsi baru harus menyentuh aspek fundamental ekonomi agar tidak berhenti pada euforia semata.
“Sesuai visi Gubernur YSK, kita harus fokus pada penguatan PDRB dan kesiapan infrastruktur di wilayah BMR. Sambil menunggu moratorium dicabut, persiapan teknis ini adalah harga mati agar saat provinsi terwujud, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat langsung tancap gas,” tegas Stovian saat memandu jalannya diskusi.

Diskusi tersebut menekankan pentingnya penguatan SDM di kalangan warga gereja dan kaum muda untuk menyambut DOB. Ditekankan pula bahwa proses pembentukan provinsi harus dilakukan secara inklusif dengan merangkul seluruh elemen di empat kabupaten dan satu kota di wilayah BMR.
Dalam kesempatan itu, Ketua BPC GMKI Kotamobagu Yunita Kawahe menyampaikan, hasil pertemuan ini juga meminta panitia pembentukan Provinsi BMR agar lebih proaktif membangun komunikasi dengan berbagai tokoh daerah.
“Persatuan seluruh elemen masyarakat di BMR dianggap sebagai kunci utama agar calon provinsi baru ini kelak menjadi rumah yang harmonis bagi semua golongan,” ucapnya.
Diketahui, kegiatan itu dihadiri berbagai elemen inter denominasi Pemuda Gereja, diantaranya Pemuda GMIBM, Pemuda GPdI, Pemuda Advent, serta Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Bolmong Raya.
Kehadiran lintas denominasi ini mempertegas komitmen warga gereja dalam menjaga soliditas sekaligus berperan aktif dalam mengawal isu strategis daerah.
Turut hadir memberikan pokok pikiran dalam diskusi tersebut, Anggota DPRD Bolmong Jansen Mokoginta, mantan Ketua GMKI dan GAMKI Kotamobagu Ivan Tandayu, serta para senior diantaranya Nikson Manoppo, Alfa Kawuwung, dan Kifly Malonda.
Melalui kolaborasi ini, pemuda Kristen di BMR berharap persiapan menuju DOB Provinsi BMR dapat melahirkan pondasi SDM yang tangguh dan pertumbuhan ekonomi yang dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat. (Ind)

















