Editor/Pewarta: Martsindy Rasuh
TONDANO (Gawai.co) — Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (Unima) secara resmi menyambut kehadiran Tim Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan (LAMDIK) dalam rangka pelaksanaan asesmen lapangan Akreditasi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris yang berlangsung pada 4–5 Februari 2026.

Penyambutan dilakukan langsung oleh Dekan FBS Unima, Dr. Grace Luntungan, M.Hum, didampingi Wakil Dekan I Dr. Glenie Latuni, S.Pd., M.Sn, Wakil Dekan II Amelia Sompotan, S.Pd., M.Pd, serta Wakil Dekan III Fivy Andries, S.S., M.Pd.
Kehadiran pimpinan fakultas tersebut mencerminkan komitmen institusional FBS Unima dalam mendukung proses penjaminan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Tim asesor LAMDIK yang melaksanakan asesmen lapangan terdiri atas Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A. dari Universitas Negeri Malang dan Prof. Sultan Baa, S.S., M.Ed., PhD dari Universitas Negeri Makassar.

Kegiatan asesmen ini merupakan tahapan strategis dalam menilai kesesuaian penyelenggaraan program studi dengan standar mutu nasional pendidikan tinggi.
Dalam sambutannya, Dekan FBS Unima Dr. Grace Luntungan, M.Hum menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada tim asesor LAMDIK atas kesediaan dan dedikasi dalam melaksanakan asesmen lapangan di lingkungan FBS Unima.
Menurutnya, kehadiran asesor tidak hanya berfungsi sebagai proses evaluasi administratif, tetapi juga sebagai ruang refleksi akademik untuk peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Ditambahkan Dekan, asesmen lapangan ini menjadi momentum penting bagi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris untuk memperkuat tata kelola, mutu pembelajaran, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global. Ia menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika FBS Unima berkomitmen untuk terbuka, kooperatif, dan siap menerima masukan konstruktif demi peningkatan mutu berkelanjutan.
“Pelaksanaan asesmen lapangan LAMDIK ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, sekaligus memperkokoh posisi FBS Unima sebagai fakultas yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada standar mutu nasional maupun internasional,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Prof. Nitha Liando, Ph.D, menegaskan bahwa asesmen lapangan LAMDIK menjadi momentum strategis bagi program studi untuk meneguhkan arah pengembangan akademik yang adaptif dan berdaya saing.

Ia menyatakan bahwa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris FBS Unima terus berupaya mengintegrasikan kurikulum berbasis Outcome-Based Education, penguatan kompetensi literasi bahasa Inggris, serta peningkatan kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Prof. Nitha, masukan dari tim asesor LAMDIK sangat penting sebagai dasar evaluasi internal dan penyusunan kebijakan pengembangan program studi ke depan.
“Asesmen ini kami maknai sebagai proses pembelajaran institusional untuk memastikan bahwa layanan akademik yang kami berikan relevan dengan kebutuhan mahasiswa, masyarakat, dan perkembangan global,” ujarnya.
Ditambahkan Liando, pelaksanaan asesmen lapangan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu memperkuat mutu Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, sekaligus mendukung visi FBS Unima sebagai fakultas yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada standar mutu nasional dan internasional. (Mrt)

















