Daerah  

Sulawesi Utara Perkuat Digitalisasi Daerah, Siap Hadapi Championships TP2DD 2026

Kegiatan ini diikuti TP2DD wilayah Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara secara daring, serta TP2DD Kalimantan secara luring di Balikpapan. (foto:istimewa)

Pewarta: Michelle de Jonker

Editor: Alfondswodi

MANADO (Gawai.co) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat digitalisasi layanan pemerintah daerah sebagai modal menghadapi Championships Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2026. Upaya ini didorong melalui sinergi pemerintah daerah bersama Bank Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Penguatan strategi digitalisasi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) TP2DD 2026 yang digelar secara hybrid pada Kamis (12/2/2026).

Asisten Deputi Kemenko Perekonomian, Puji Gunawan, mengatakan digitalisasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus memperkuat penerimaan daerah.

Pemerintah, kata dia, terus mendorong perluasan kanal pembayaran digital seperti QRIS dan Kartu Kredit Indonesia (KKI), integrasi sistem keuangan daerah, serta penguatan peran bank pembangunan daerah.

“Digitalisasi harus berdampak langsung pada layanan publik dan kemandirian fiskal daerah,” ujar Puji.

Kinerja digitalisasi daerah di Sulawesi Utara menunjukkan tren positif. Pada Championships TP2DD 2025, Sulawesi Utara meraih peringkat ketiga kategori provinsi se-Sulawesi. Di tingkat kota, Tomohon dan Manado masing-masing meraih peringkat kedua dan ketiga.

Sementara itu, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menempati peringkat ketiga kategori kabupaten. Seluruh pemerintah daerah di Sulawesi Utara juga telah meraih predikat “Digital” pada Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Rata-rata indeks ETPD meningkat dari 92,8 persen pada Semester I-2025 menjadi 94,3 persen pada Semester II-2025. Peningkatan tertinggi dicatat Kabupaten Kepulauan Talaud, dari 90,2 persen menjadi 98 persen.

Pertumbuhan penggunaan QRIS turut memperkuat digitalisasi daerah. Hingga Desember 2025, jumlah pengguna QRIS tercatat mencapai 529.688 dengan 367.648 merchant. Sepanjang 2025, terdapat lebih dari 57 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp6,40 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menilai capaian tersebut menunjukkan kesiapan daerah dalam memperluas transaksi non-tunai, meningkatkan pendapatan daerah, serta mempercepat layanan publik.

“Dengan capaian tersebut, Sulawesi Utara optimistis memperkuat kinerja digitalisasi daerah dan meningkatkan daya saing pada Championships TP2DD 2026,” kata Joko.

Kegiatan Rakorwil ini diikuti TP2DD wilayah Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara secara daring, serta TP2DD Kalimantan yang mengikuti kegiatan secara luring di Balikpapan. (mj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *