Sitaro  

Korban Banjir Bandang di Siau Bertambah, Pencarian Masih Berlangsung

Kondisi Kampung Peling, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Sitaro, usai diterjang banjir bandang, Senin (5/1/2026). Material batu besar, lumpur, dan batang pohon merusak rumah warga serta menutup akses di sekitar permukiman. (Foto: akun Facebook Ryan/warga Peling)

SITARO (Gawai.co) – Jumlah korban akibat bencana banjir bandang yang melanda wilayah Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, kembali bertambah. Hingga Senin (5/1/2026), pemerintah daerah bersama tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang.

Banjir bandang terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WITA akibat curah hujan yang tinggi. Sedikitnya tujuh kampung terdampak, yakni Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur; Kampung Bandil, Kecamatan Siau Timur Selatan; Kelurahan Paseng; Kampung Bumbiha dan Kampung Peling, Kecamatan Siau Barat; serta Kampung Laghaeng dan Kampung Batusenggo, Kecamatan Siau Barat Selatan.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro, korban meninggal dunia bertambah dibandingkan laporan awal sebanyak 11 orang. Seluruh korban meninggal telah dimakamkan oleh pihak keluarga, sementara korban luka-luka masih menjalani perawatan medis.

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Sitaro, Joickson Sagune, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Sonny S. Belseran, menjelaskan bahwa proses pemakaman telah dilaksanakan di sejumlah lokasi.

“Jadi ada satu korban dimakamkan di Sumpele, tiga di belakang rumah keluarga Bawole–Daleda, dan sisanya dimakamkan di keluarga masing-masing,” kata Sonny. “Sebanyak 11 orang yang dinyatakan meninggal pada laporan awal dilaksanakan ibadah pemakaman di Gereja GMIST Ulu Siau sore tadi” bebernya, Senin (5/1/2026) sekitar pukul 19.42 WITA.

Pantauan dari foto dan video yang dibagikan melalui status WhatsApp Asisten Pribadi Bupati Kepulauan Sitaro, Melisa Janet Sahambangung, menunjukkan suasana duka dalam ibadah pemakaman di GMIST Ulu Siau. Seorang pria tampak memeluk peti jenazah ayahnya di hadapan jemaat dan warga yang hadir.

Seorang pria tampak memeluk peti jenazah ayahnya di hadapan jemaat dan warga yang hadir dalam ibadah pemakaman di Gereja GMIST Ulu Siau, sebagai wujud duka mendalam atas kehilangan akibat banjir bandang di Siau, Senin (5/1/2026). (Foto: Melisa for Gawai.co)

Suasana haru juga menyelimuti prosesi pemakaman. Tangisan keluarga korban terdengar setelah ibadah pemakaman selesai, menggambarkan duka mendalam atas kehilangan orang-orang terkasih dalam waktu singkat.

Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. “Kami merasa sedih atas apa yang terjadi bagi keluarga-keluarga yang kehilangan orang yang dikasihi. Untuk itu, kami pemerintah daerah mengucapkan turut berdukacita sedalam-dalamnya. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan dan penghiburan bagi keluarga,” ucapnya.

Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, mengunjungi dan memberikan penguatan kepada warga terdampak banjir bandang di wilayah Siau, Senin (5/1/2026). Pemerintah daerah menyampaikan duka cita serta memastikan penanganan bagi korban bencana. (Foto: Kominfo Sitaro)

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro telah melakukan kajian cepat di lokasi bencana, mengerahkan personel untuk penanganan dan pendataan, serta berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan setempat dalam upaya pembersihan material banjir.

“BPBD juga telah menyalurkan bantuan darurat kepada wilayah yang terdampak,” tuturnya.

Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terkait masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang serta penanganan para pengungsi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.

Di tengah kondisi hujan dan lumpur, Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang. (Foto: Kominfo Sitaro)

Penanganan bencana ini melibatkan BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Polri, TNI, pemerintah setempat, serta masyarakat. Seluruh personel BPBD Kepulauan Sitaro dikerahkan dalam penanganan bencana tersebut. (dew) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *