SITARO (Gawai.co) – Di tengah tantangan pengembangan sumber daya manusia di daerah kepulauan, hadirnya cabang olahraga Hapkido di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menjadi angin segar bagi pembangunan karakter generasi muda.
Bukan sekadar olahraga bela diri, Hapkido kini digadang-gadang sebagai wadah pembentukan mental dan disiplin anak-anak pulau. Hal ini mencuat dalam pelantikan Pengurus Daerah Hapkido Indonesia Sitaro yang berlangsung di Gedung Mabura Ulu Siau, Jumat (8/8/2025).
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Novia Tamaka, yang hadir mewakili Bupati Kepulauan Sitaro, menekankan bahwa kehadiran Hapkido bukan hanya soal prestasi olahraga, tapi lebih pada pembangunan karakter dan nilai-nilai hidup.
“Hapkido mengajarkan keberanian, kendali diri, dan sportivitas—tiga hal yang sangat dibutuhkan anak-anak kita yang tumbuh dalam keterbatasan akses, tapi punya semangat besar,” ungkap Tamaka.
Dengan lokasi geografis yang terpisah-pisah, anak-anak muda di Sitaro kerap kekurangan sarana pembinaan non-formal yang berkelanjutan. Di sinilah kehadiran organisasi seperti Hapkido dipandang strategis. Tak hanya untuk fisik, tapi juga sebagai jembatan membangun kedisiplinan dan solidaritas antarwilayah.
“Ini bukan sekadar organisasi olahraga. Ini investasi sosial,” kata Tamaka tegas, sembari mengapresiasi langkah Pengurus Provinsi Hapkido Sulawesi Utara yang menginisiasi pembentukan cabang di Sitaro.
Ia juga menegaskan bahwa Pemda siap mendukung program-program Hapkido, terutama jika diarahkan pada pembinaan di sekolah dan pemasyarakatan olahraga ke desa-desa terpencil. Baginya, penting untuk memastikan bahwa setiap anak Sitaro punya akses untuk berkembang, tak peduli tinggal di pulau besar atau kecil.
“Kita ingin anak-anak kita kuat bukan hanya di ring, tapi juga dalam menghadapi hidup,” tutupnya. (dew)

















