Sitaro  

Aktivitas Karangetang Meningkat, Bupati Sitaro Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Foto: Gunung Api Karangetang beberapa waktu lalu.

SITARO (Gawai.co) – Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang melaporkan peningkatan aktivitas vulkanik sepanjang periode 9 Desember 2025, dengan dominasi gempa hembusan dan visual asap kawah tebal yang mencapai 20 meter di atas puncak kawah. Gunung Karangetang yang berada di Pulau Siau tersebut masih berada pada Level II (Waspada).

Berdasarkan laporan MAGMA-VAR, kondisi meteorologi di sekitar gunung tercatat bervariasi, mulai dari cerah hingga hujan, dengan angin bertiup lemah menuju timur dan tenggara. Suhu udara tercatat 22–27°C. Secara visual, gunung beberapa kali tertutup kabut, namun asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal tetap teramati.

Pada sektor kegempaan, tercatat 98 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2–50 mm serta durasi 20–45 detik. Selain itu, terdapat 3 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 50 mm dan durasi hingga 20 detik—indikasi masih aktifnya suplai magma dari kedalaman.

PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang menegaskan larangan bagi masyarakat atau wisatawan untuk beraktivitas dalam radius 1,5 km dari puncak kawah, serta dalam area sektoral rawan sejauh 2,5 km ke arah barat daya dan selatan. Warga juga diminta mewaspadai potensi guguran lava, awan panas guguran, serta ancaman lahar pada sungai-sungai berhulu di puncak Karangetang.

Menanggapi perkembangan tersebut, Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti seluruh rekomendasi resmi PVMBG.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di lereng dan bantaran sungai berhulu Karangetang, untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Jangan memasuki zona bahaya dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegas Bupati Kalangit.

Ia juga meminta pemerintah kecamatan dan desa untuk memperkuat koordinasi dengan BPBD, termasuk memperbarui informasi cuaca dan aktivitas gunung secara berkala kepada warga.

Dengan kondisi geografis Pulau Siau yang berbukit, curam, dan memiliki pemukiman di sekitar aliran sungai, pemerintah daerah mengingatkan bahwa risiko lahar hujan semakin meningkat saat curah hujan tinggi.

PVMBG memastikan pemantauan dilakukan secara kontinu dan pembaruan aktivitas gunung akan disampaikan melalui kanal resmi. (dew) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *