Editor/Pewarta: Martsindy Rasuh
TONDANO (Gawai.co) — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Manado (Unima) secara resmi mengawali perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 melalui kegiatan Kuliah Perdana dan Kuliah Umum yang mengangkat tema “Penguatan Demokrasi dan Integritas Pemilu: Peran Bawaslu dan Perguruan Tinggi dalam Membangun Pemilih Cerdas”, Senin (9/2/2026), bertempat di Aula Lantai III Gedung A FISH Unima.
Kuliah perdana ini menghadirkan Dr. Herwyn J. H. Malonda, S.Pd., M.Pd., S.H., M.H., Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI), yang juga merupakan alumni FISH Unima, sebagai pembicara utama.

Kehadiran Malonda menjadi kebanggaan tersendiri bagi pimpinan fakultas serta seluruh civitas akademika FISH Unima.
Atas nama pimpinan fakultas dan seluruh civitas akademika, FISH Unima menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Dr. Herwyn Malonda atas kesediaannya meluangkan waktu untuk memberikan kuliah umum sekaligus membuka perkuliahan semester genap.
Kehadirannya tidak hanya memperkaya atmosfer akademik, tetapi juga mempertegas komitmen sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan perguruan tinggi.
Dalam pemaparannya, Dr. Herwyn Malonda membagikan pengalaman empiris dan refleksi praktisnya sebagai Anggota Bawaslu RI, khususnya terkait upaya memperkuat sistem demokrasi dan menjaga integritas pemilu di Indonesia.

Materi yang disampaikan memberikan wawasan kontekstual mengenai tantangan pengawasan pemilu, strategi pencegahan pelanggaran, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai agen pembentuk pemilih cerdas, melalui pendidikan politik yang berlandaskan pada nilai-nilai akademik, etika publik, dan tanggung jawab kebangsaan.
Menurutnya, sinergi antara Bawaslu dan dunia kampus merupakan langkah krusial dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya integritas dalam setiap tahapan demokrasi elektoral.
Dengan latar belakang pendidikan di bidang kependidikan, Dr. Herwyn Malonda juga menyoroti peran kampus dalam menanamkan tata nilai, etika, dan komitmen moral kepada mahasiswa sebagai calon intelektual dan pemimpin masa depan.

Ia menegaskan bahwa integritas pemilu bukan semata-mata menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, termasuk civitas akademika FISH Unima.
Kegiatan kuliah perdana ini sekaligus menjadi momentum reflektif dan inspiratif bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia melalui jalur akademik dan pengabdian intelektual.
Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, FISH Unima secara resmi menandai dimulainya proses perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, dengan semangat baru, komitmen akademik yang kuat, serta orientasi pada pembentukan sumber daya manusia yang berintegritas dan berkarakter kebangsaan.

Sementara itu, mewakili Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Unima, Prof. Dr. Theodorus Pangalila, S.Fils., S.H., M.Pd yang diwakili Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Xaverius Erick Lobja, S.Pd., M.Si, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah perdana dan kuliah umum tersebut.
Ia mengapresiasi kehadiran Dr. Herwyn J. H. Malonda yang tidak hanya berbagi pengetahuan teoretis, tetapi juga pengalaman praktis yang sangat relevan dengan dinamika demokrasi dan kepemiluan di Indonesia. Materi yang disampaikan dinilai sangat kontekstual dan strategis dalam membekali mahasiswa FISH Unima sebagai pemilih cerdas, kritis, dan beretika.

“Kehadiran Anggota Bawaslu RI sebagai narasumber merupakan bentuk nyata penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara dalam membangun kesadaran demokrasi yang berintegritas di lingkungan akademik,” tegas Lobja.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tema penguatan demokrasi dan integritas Pemilu selaras dengan visi akademik FISH Unima dalam mengembangkan pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai kebangsaan, etika publik, dan tanggung jawab sosial.
Menurutnya, kampus memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran demokrasi yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Ia juga menambahkan bahwa kuliah perdana ini menjadi momentum awal yang sangat strategis dalam mengawali Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, sekaligus memperkuat komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan tantangan sosial-politik kontemporer. (Mrt)

















