Sinergi Regional Hadapi Tantangan Inflasi dan Pertanian di Sulawesi, Maluku dan Papua. 

Pewarta: Michelle de Jonker

Editor: Misel Pontoh

MANADO (gawai.co) – Upaya menjaga stabilitas harga pangan di kawasan timur Indonesia menjadi fokus utama dalam pertemuan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia, pemerintah daerah, serta para pakar pertanian dari Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Pertemuan ini menekankan pentingnya koordinasi pusat dan daerah dalam menjaga inflasi pangan di bawah 5 persen guna melindungi masyarakat berpenghasilan rendah.

perlunya analisis spasial untuk memahami tekanan inflasi pangan di berbagai daerah. Dari hasil pemetaan, wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua menjadi area yang memerlukan perhatian khusus karena masih menghadapi tekanan harga menjelang akhir tahun.

Langkah-langkah strategis seperti identifikasi titik rawan inflasi dan kebijakan response plan daerah menjadi fokus utama guna menekan kenaikan harga pangan strategis.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Ketahanan pangan adalah fondasi kesejahteraan masyarakat, karena di dalamnya menyangkut daya beli, lapangan kerja, dan keberlanjutan ekonomi daerah.” Jelas Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, Gubernur Sulawesi Utara

Berbagai tantangan pertanian turut dibahas, seperti konversi lahan, anomali cuaca, hingga serangan hama yang berdampak pada produktivitas. Para peserta menegaskan perlunya kemajuan teknologi dan optimalisasi lahan sebagai upaya meningkatkan efisiensi hasil pertanian.

Diversifikasi pangan juga menjadi langkah penting. Tidak hanya beras, namun juga jagung dan sumber karbohidrat lokal lainnya perlu dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan jangka panjang.

Penggunaan Lahan dan Pengendalian Hama

Isu konversi lahan pertanian menjadi salah satu tantangan krusial. Kebijakan perlindungan lahan produktif diharapkan dapat diterapkan secara konsisten, disertai sistem pengendalian hama yang efektif terhadap serangan tikus dan organisme pengganggu tanaman lainnya.

Optimalisasi penggunaan lahan diharapkan mampu meningkatkan hasil panen dan mencegah lonjakan harga akibat berkurangnya pasokan.

Sebagai tindak lanjut, pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi dengan Bulog dalam menjaga ketersediaan stok pangan dan menstabilkan harga di pasar.

“Kami mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara untuk terus berinovasi, memperkuat kerja sama dengan Bulog, dan memastikan rantai pasok berjalan lancar. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menyejahterakan rakyat,” Pungkas Gubernur Yulius.

Memperkuat kolaborasi berkelanjutan antarwilayah dalam membangun sistem pangan yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan di seluruh Sulawesi dan Papua.

Mdj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *