Akselerasi Digital Sulut Menggeliat: Empat Daerah Masuk Catatan Emas TP2DD

Pewarta : Michelle de Jonker

Editor : Misel Pontoh

MANADO (gawai.co) — Peta persaingan digitalisasi di wilayah Provinsi Sulawesi Utara kian menarik. Hasil Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) TP2DD 2025 pada 1 Desember lalu menempatkan empat daerah di Sulut sebagai yang terbaik di Sulawesi.

Kegiatan ini menegaskan percepatan elektronika layanan publik semakin terasa di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Provinsi Sulawesi Utara kembali mengamankan posisi sebagai TP2DD Provinsi Terbaik III, mengukuhkan konsistensi digitalisasi transaksi pemerintah daerah dan penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Meski tidak naik peringkat, stabilnya posisi tiga besar menunjukkan fondasi digital Sulut semakin solid.

Sorotan utama datang dari Kota Tomohon, sebelumnya berada di posisi III pada 2024, Tomohon sukses naik menjadi TP2DD Kota Terbaik II. Kenaikan ini didorong peningkatan nilai ETPD, penguatan layanan pajak dan retribusi digital, serta integrasi kanal pembayaran yang dinilai berjalan efektif dan diapresiasi wajib pajak hingga pelaku usaha.

Pendatang Baru Paling cepat naik kelas di kategori kabupaten, Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mencuri perhatian. Berangkat dari peringkat VI tahun lalu, Boltara melompat ke TP2DD Kabupaten Terbaik III pada 2025. Percepatan ini membuat Boltara dinobatkan sebagai salah satu daerah dengan progres digitalisasi tercepat di Sulawesi.

Sementara, Kota Manado yang pada 2024 menduduki puncak peringkat, mengalami penurunan namun masih bertahan sebagai TP2DD Kota Terbaik III. Meski bergeser, Manado tetap masuk zona kota dengan performa digital tinggi, khususnya dalam pemanfaatan layanan pembayaran nontunai dan integrasi SPBE.

Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Komitmen Digitalisasi Daerah dan Peningkatan Indeks ETPD” dan menjadi momentum konsolidasi seluruh pemda.

Tindak lanjut atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar Capacity Building TP2DD se-Sulawesi Utara pada 4 Desember 2025 di Hotel Sentra Manado.

Dengan mengusung tema “Penguatan Komitmen Digitalisasi Daerah dan Peningkatan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)”. Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Daerah III, Fransiskus E. Manumpil, yang menekankan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas kanal pembayaran digital, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat integrasi data melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai fondasi layanan modern dan efisien.

“Ia menegaskan bahwa perluasan kanal pembayaran digital, peningkatan kualitas layanan publik, dan penguatan SPBE harus menjadi fokus bersama”, tegas Fransiskus E. Manumpil.

Kepala Tim SP-PUR Bank Indonesia Sulut, Ircham Andrianto Taufick, memaparkan perkembangan indeks ETPD seluruh pemda serta rekomendasi percepatan peningkatan nilai TP2DD.

“BI akan terus mendukung akselerasi digitalisasi pemda, mulai dari integrasi layanan hingga peningkatan kapasitas teknis,” Ujar Ircham Taufick.

Dukungan perbankan juga hadir dari Pricilia Prasethio (Bank SulutGo) yang menampilkan berbagai inovasi pembayaran digital untuk pajak dan retribusi agar semakin mudah, cepat, dan aman.

Dengan konsistensi provinsi, lompatan Tomohon, kejutan dari Boltara, dan stabilnya performa Manado, Sulut kini berada pada jalur kuat menuju peningkatan peringkat TP2DD tahun depan. Sinergi pemda, BI, dan perbankan menjadi modal penting untuk memastikan layanan publik makin efisien dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Mdj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *