Bolmut  

Bupati Sirajudin: Meski Fiskal Terbatas, Komitmen Antikorupsi dan Program Pro-Rakyat Tetap Priotitas

Pewarta : Rendi Pontoh

Editor : Misel Pontoh

BOLMUT — Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, membuka secara resmi kegiatan Lomba Penyampaian Sosialisasi Anti Korupsi dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) tingkat Kabupaten Boltara, Senin (8/12/25), di Auditorium Pohhimbunga.

Kegiatan yang digagas Inspektorat Boltara ini diikuti ASN perwakilan dari seluruh OPD. Selain lomba, acara juga dirangkaikan dengan Sosialisasi Anti Korupsi oleh Kejaksaan Negeri serta Kepolisian Resor Boltara sebagai bagian dari penguatan pencegahan tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Sirajudin menegaskan bahwa komitmen melawan korupsi harus dimulai dari praktik paling dasar dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

“Kejujuran, transparansi, akuntabilitas, serta keberanian untuk mengatakan ‘tidak’ pada setiap bentuk penyimpangan adalah pondasi utama. Korupsi tidak akan tumbuh jika integritas menjadi budaya birokrasi,” tegas Bupati.

Ia memaparkan sejumlah langkah strategis Pemerintah Daerah, mulai dari penguatan birokrasi bersih dan melayani, peningkatan kapabilitas APIP dan sistem pengendalian internal, hingga membuka ruang partisipasi masyarakat dan media sebagai kontrol publik. Selain itu, Pemda terus mendorong efektifnya pelayanan publik yang cepat dan transparan, termasuk penerapan kanal pembayaran non-tunai seperti mobile banking dan QRIS untuk pajak dan retribusi daerah dalam mendukung elektronifikasi transaksi.

Bupati juga menyinggung kondisi fiskal daerah yang tengah tertekan akibat pemotongan anggaran lebih dari Rp100 miliar, yang berdampak pada citra kepercayaan Pemerintah Pusat terhadap Boltara. Ia menegaskan perlunya kerja bersama seluruh elemen daerah untuk memulihkan kepercayaan tersebut.

“Kita harus bekerja lebih keras. Meski fiskal terbatas dan anggaran telah diminimalkan hingga 80 persen dalam penyusunan APBD Induk 2026, program pro-rakyat tetap kami pertahankan. Mulai dari BLT, bantuan awal studi, akhir studi, dukungan bagi petani, dan berbagai program lainnya tetap berjalan,” ujar Bupati.

Ia berharap budaya integritas dan efisiensi anggaran dapat tercipta secara berkelanjutan sehingga pemerintahan yang bersih dan melayani benar-benar terwujud di Boltara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kajari Boltara, Kapolres Boltara, para Asisten, Staf Ahli Bupati, para pimpinan OPD, serta seluruh peserta dari masing-masing perangkat daerah. (rp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *