Bitung  

Science Camp PKT, Ruang Aktualisasi Pelajar dalam Isu Lingkungan Berbasis Sains

Peserta Simposium Science Camp angkatan ke-VI sebelum melakukan presentasi hasil science yang digelar pada tahun 2025 di kawasan konservasi alam tangkoko. (foto:istimewa)

Editor/Pewarta: Alfondswodi

BITUNG (Gawai.co) – Upaya membangun generasi muda yang peduli dan berperan aktif dalam pelestarian lingkungan terus dilakukan Program Konservasi Tangkoko (PKT). Salah satunya melalui Simposium Science Camp Angkatan VI, yang menjadi ruang aktualisasi pengetahuan dan komitmen peserta dalam isu konservasi alam.

Simposium Science Camp Angkatan VI ini digelar di Aula Star Generation School (SGS), Kelurahan Manembo-Nembo Atas, Kecamatan Matuari, Kota Bitung. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan PKT sebagai bagian dari penguatan pendidikan konservasi berbasis sains bagi pelajar.

Manager Lokal PKT, Nona Diko, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh pihak dan peserta yang telah berkontribusi. Simposium Science Camp Angkatan VI ini merupakan rangkaian dari Science Camp Program (SCP) yang telah dilaksanakan pada 2025 di kawasan konservasi alam Tangkoko,” ujar Diko, Kamis (22/01/2026).

Ia menjelaskan, Science Camp Program merupakan bagian dari Program Pendidikan Macaca Nigra Project (MNP) yang berfokus pada edukasi konservasi satwa endemik Sulawesi, khususnya yaki, dengan basis kegiatan di kawasan konservasi Tangkoko.

Menurut Diko, SCP dirancang sebagai sarana pendidikan lingkungan bagi pelajar tingkat SMP dan SMA di Sulawesi Utara, khususnya Kota Bitung dan sekitarnya, agar memiliki pemahaman ekologis sekaligus kepedulian nyata terhadap kelestarian alam.

Science Camp Angkatan VI mengusung tema “Bumi Sehat, Kita Selamat” dengan tagline “Belajar dari Alam, Berbuat untuk Alam.” Dari rangkaian program tersebut, terpilih 10 peserta terbaik, terdiri dari lima pelajar perempuan dan lima pelajar laki-laki dari berbagai sekolah di Sulawesi Utara.

“Peserta Science Camp ini diharapkan menjadi agen perubahan dan corong gerakan lingkungan di daerahnya masing-masing, serta mampu menyuarakan pentingnya menjaga kawasan konservasi, baik flora maupun fauna khas Sulawesi,” tegasnya.

Simposium ini juga menjadi ajang bagi peserta untuk mempresentasikan hasil pembelajaran, riset sederhana, serta gagasan aksi lingkungan yang telah mereka jalani selama mengikuti Science Camp Program.

Kegiatan Simposium Science Camp Angkatan VI turut dihadiri perwakilan BKSDA Sulawesi Utara, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sulut dan Kota Bitung, Kepala Sekolah SGS, Yayasan Selamatkan Yaki, PPS Tasioki, serta sejumlah pelaku dan pemerhati konservasi.

Berikut daftar nama peserta Simposium Science Camp angkatan VI; 

Reinaldo Bitalessy (SMA N 1 Bitung)

Fibri Sahadia (SMK Negeri 4 Bitung)

Evan Katuuk (Star Generation School)

Glen Manusama (SMA Negeri 2 Bitung)

Magy Ginting (SMA Negeri 2 Bitung)

Isis Chatrine Wodi (SMA Negeri 2 Bitung

Lutfia Takalamingan (SMK Negeri 4 Bitung)

Britania Tobing (SMA N 1Bitung)

Priskila Hana Salawangi (Star Generation School)

Lovely Tombokan (Star Generation School). (ayw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *