Editor/Pewarta: Alfondswodi
BITUNG (Gawai.co) – Pemerintah Kota Bitung menggelar rapat koordinasi lintas sektoral bersama unsur Forkopimda guna membahas situasi keamanan menyusul konflik antar kelompok pemuda di wilayah Kota Bitung.
Rapat tersebut dipimpin Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, dan berlangsung di Aula Merdeka Lounge Kantor Wali Kota Bitung, Senin (9/3/2026).
Hadir dalam rapat tersebut Wakil Wali Kota Randito Maringka, Sekretaris Daerah Ignatius Rudy Theno, Dandim 1310/Bitung Dewa Made DJ, Kapolres Bitung Albert Zai, serta sejumlah perwakilan unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat.
Kapolres Bitung, Albert Zai, dalam rapat tersebut melaporkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan 20 pemuda yang diduga terlibat dalam konflik antar kelompok.
“Sebanyak 11 orang berasal dari Kelurahan Sari Kelapa dan sembilan orang dari wilayah Empang. Kami juga mengamankan barang bukti berupa panah wayer,” ujarnya.
Menurut Kapolres, konflik tersebut bermula dari saling ejek di media sosial yang kemudian berlanjut pada ajakan bertemu hingga terjadi perkelahian.
Untuk mengantisipasi konflik lanjutan, Polres Bitung bersama Pemerintah Kota akan mendirikan pos pengamanan di lokasi kejadian dengan melibatkan personel gabungan.
Hal senada dikalimatkan, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut. Ia juga menegaskan pentingnya upaya bersama untuk meredam konflik.
“Kita akan segera membuat pos pengamanan di lokasi kejadian dan mengumpulkan para pemuda yang bertikai untuk mencari solusi bersama,” kata Honandar.
Di sisi lain, Dandim 1310/Bitung, Dewa Made DJ, menegaskan bahwa TNI siap mendukung langkah pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga keamanan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kota Bitung. (*/ayw)

















