Bitung  

Dinas Pendidikan Ungkap Alasan Program MBG di Bitung Belum Merata

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung, Fonny Tumundo S.Pd M.Pd. (foto:istimewa)

Editor/Pewarta: Alfondswodi

BITUNG (Gawai.co) – Puluhan ribu siswa di Kota Bitung belum tersentuh program strategis nasional Presiden RI Prabowo Subianto melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung, Fonny Tumundo, saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya di Kelurahan Girian Indah, Kecamatan Girian, Kamis (5/3/2026).

Tumundo mengungkapkan, saat ini masih terdapat sekitar 20 ribu siswa di Kota Bitung yang belum menerima manfaat program MBG. Selain siswa, kelompok lansia dan ibu hamil juga sebagian belum terlayani.

“Masih ada sekitar dua puluh ribuan siswa yang belum mendapatkan MBG,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dua kecamatan di Pulau Lembeh, yakni Lembeh Utara dan Lembeh Selatan, hingga kini belum tersentuh program tersebut.

Meski begitu, pembangunan dapur MBG di wilayah tersebut sudah mulai dilakukan.

“Di Pulau Lembeh belum ada MBG, tetapi dapurnya sudah dibangun. Di sana ada sekitar dua ribu siswa,” katanya.

Selain Pulau Lembeh, sejumlah wilayah lain seperti Aertembaga, Matuari, dan Ranowulu juga masih memiliki siswa yang belum terlayani program MBG.

Menurut Tumundo, kondisi ini terjadi karena keterbatasan investor yang bersedia mengelola dapur MBG.

“Investor memang terlambat masuk. Tidak mudah mencari investor yang memiliki modal besar dan siap membangun fasilitas dapur dari awal,” jelasnya.

Ia mengakui, hingga saat ini pelaksanaan MBG di Kota Bitung memang belum merata karena keterbatasan jumlah dapur yang harus melayani ribuan siswa.

“Dalam satu wilayah kadang hanya ada satu dapur yang harus melayani lebih dari tiga ribu siswa. Karena itu, belum semua bisa terlayani,” ungkapnya.

Tumundo menambahkan, Dinas Pendidikan hanya berperan sebagai penyedia data penerima manfaat dalam program MBG.

“Dinas Pendidikan hanya memberikan data siswa. Untuk pengelolaan dan penyaluran MBG dilakukan oleh pihak investor yang mengelola dapur program tersebut,” pungkasnya. (ayw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *