Editor/Pewarta: Alfondswodi
BITUNG (Gawai.co) – Pemerintah Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, menggerakkan seluruh elemen masyarakat melalui program “Jumat Bersih” dengan menggelar aksi pembersihan pesisir pantai dan kawasan wisata, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari sekolah, komunitas masyarakat, kelompok pariwisata, hingga lembaga konservasi. Aksi bersama tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus mempertahankan citra Batuputih Bawah sebagai destinasi wisata unggulan.
Lurah Batuputih Bawah, Alfrets Huria, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam mewujudkan gerakan Indonesia Asri, sekaligus menjaga kawasan wisata yang pernah masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.
Menurutnya, predikat tersebut bukan hanya kebanggaan bagi masyarakat, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kita ingin memastikan Batuputih Bawah tetap bersih, nyaman, dan menarik bagi wisatawan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA itu difokuskan pada pembersihan sampah plastik di pesisir pantai dan kawasan wisata. Para peserta diminta membawa peralatan kebersihan masing-masing seperti kantong sampah, sapu lidi, hingga penggaruk sampah.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Untuk memaksimalkan kegiatan, pemerintah kelurahan membagi wilayah kerja menjadi tiga kelompok berdasarkan sektor partisipasi.
Kelompok pertama melibatkan sektor pendidikan menengah, seperti SMK dan SMP, yang bertugas membersihkan wilayah Lingkungan III, mulai dari perbatasan Kelurahan Batuputih Atas hingga area belakang Gereja GMIM Efrat.
Kelompok kedua berasal dari sektor sosial dan masyarakat, termasuk keluarga penerima manfaat PKH dan BPNT, yang membersihkan area Lingkungan II, dari belakang Gereja GMIM Efrat hingga kawasan belakang Gereja GMIST Lorong Merkuri.
Sementara kelompok ketiga terdiri dari unsur pariwisata dan lembaga konservasi, seperti Pokdarwis, Karang Taruna, pemandu wisata, Resor TWA Tangkoko, Macaca Nigra Project, Manggala Agni, FMKH, serta Persemaian Modern Likupang-Batuputih. Mereka difokuskan membersihkan kawasan wisata utama, termasuk area pintu masuk Taman Wisata Alam Tangkoko.
Menjaga Pariwisata Berbasis Lingkungan
Aksi Jumat Bersih ini juga menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kawasan pesisir yang selama ini dikenal sebagai pintu gerbang wisata alam di Bitung, terutama bagi wisatawan yang datang untuk melihat keanekaragaman hayati di Tangkoko.
Pemerintah kelurahan berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat konsep pariwisata berbasis konservasi dan partisipasi masyarakat.
“Kehadiran dan keterlibatan semua pihak merupakan bentuk nyata cinta terhadap kampung kita. Jika lingkungan bersih, wisatawan nyaman, masyarakat juga akan merasakan manfaat ekonominya,” kata Huria.
Melalui gerakan bersama ini, Batuputih Bawah diharapkan tetap menjadi kawasan wisata yang bersih, indah, dan bebas sampah, sekaligus memperkuat citranya sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Bitung. (ayw)

















