Editor/Pewarta: Martsindy Rasuh
TONDANO (Gawai.co) — Menjelang perayaan Natal, Universitas Negeri Manado (Unima) kembali menunjukkan geliat positif dalam berbagai sektor pengembangan institusi. Di tengah munculnya kelompok tertentu yang secara terbuka menyebarkan propaganda negatif dan bahkan melakukan aksi demonstrasi di kementerian beberapa waktu lalu, komitmen kepemimpinan Rektor Unima, Dr. Joseph Philip Kambey, SE.Ak, M.BA, tetap teguh dan tidak tergoyahkan. Semangat transformasi yang beliau gerakkan justru semakin menguat, didukung penuh oleh jajaran pimpinan universitas, fakultas, hingga program studi.
Sebagai kampus yang dikenal dengan sebutan Kampus Biru, berdiri megah di kawasan strategis yang bersisian dengan Danau Tondano, Unima sejak Februari 2025 terus menunjukkan perkembangan bertahap namun signifikan. Di bawah kepemimpinan Dr. Kambey, kultur tata kelola kampus mulai dibenahi secara sistematis: persoalan pungutan liar dibersihkan secara konsisten dari level prodi, jurusan, fakultas, hingga unit-unit universitas. Pendekatan kepemimpinan yang tegas namun solutif ini mencerminkan komitmen rektor terhadap integritas dan tata kelola yang bersih.
Pada saat yang sama, agenda peningkatan mutu akademik tidak pernah luput dari perhatian. Rektor Kambey menekankan pentingnya percepatan akreditasi program studi dan institusi agar mampu mencapai kategori Baik Sekali, Sangat Baik, hingga Unggul. Pimpinan fakultas dan prodi terus didorong untuk mempersiapkan instrumen akreditasi secara cermat dan berorientasi pada pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi.
Unima juga mulai memperluas kiprah inovasi di sektor ekonomi produktif. Salah satunya melalui pengembangan perkebunan Nilam skala besar di lahan universitas—sebuah terobosan strategis yang menggabungkan pendidikan, riset terapan, dan potensi ekonomi. Selain itu, sektor peningkatan kualitas pendidik, kurikulum, serta lulusan menjadi perhatian utama. Rektor menegaskan bahwa setiap fakultas dan program studi wajib menjaga mutu layanan akademik, memastikan relevansi kurikulum, serta menguatkan pembinaan mahasiswa sebagai bagian dari strategi pengembangan SDM jangka panjang.
Upaya peningkatan fasilitas kampus terus diakselerasi, seiring dengan rencana besar pendirian fakultas dan program studi baru. Transformasi kelembagaan ini mencapai momentum penting ketika Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendiktisaintek, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng hadir langsung di Unima untuk memberikan pendampingan strategis dan memastikan bahwa seluruh proses pembukaan prodi baru berjalan sesuai standar nasional.
Kehadiran Dirjen Dikti, Prof. Khairul tersebut menjadi bukti bahwa komitmen Rektor Unima bukan sekadar wacana, tetapi telah memasuki fase implementasi konkret. Langkah demi langkah transformasi, baik akademik maupun non-akademik, menunjukkan bahwa Unima berada dalam lintasan perubahan yang progresif.
Hampir setiap bulan, Unima mencatatkan capaian baru yang menggerakkan institusi menuju kualitas yang lebih modern, adaptif, dan berdaya saing. Semua dinamika ini tidak terlepas dari kepemimpinan transformatif Dr. Joseph Philip Kambey, yang terus memacu kampus menuju standar perguruan tinggi unggul, relevan, dan kredibel di tingkat nasional maupun regional.
Dengan tren positif yang terus bergulir, Unima semakin menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang siap melangkah menuju masa depan akademik yang lebih bermartabat dan visioner. (Mrt)

















