Editor/Pewarta: Rendi Pontoh
BOLTARA (Gawai.co)– Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) resmi membuka Pasar Senggol Ramadhan, kegiatan ekonomi rakyat yang digelar untuk meramaikan bulan suci sekaligus mendorong pertumbuhan usaha masyarakat. bertempat di ruas jalan Lapangan kembar Boroko, Senin. (9/3/26).
Launching pasar senggol ini merupakan inisiasi Asosiasi Pedagang Pasar Boltara yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi wadah bagi para pelaku usaha kecil untuk memasarkan berbagai produk selama momentum Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Boltara, Syamsudin Olii, mengungkapkan bahwa panitia menyediakan sekitar 95 lapak bagi para pedagang. Hingga saat ini, sekitar 70 pedagang telah mengisi lapak yang tersedia.
“Alhamdulillah antusias pedagang sangat baik. Ini menunjukkan semangat para pelaku usaha untuk ikut meramaikan dan menggerakkan ekonomi masyarakat selama bulan Ramadhan,” ujar Syamsudin.
Ia menambahkan, pasar senggol tersebut akan berlangsung selama sepuluh hari ke depan dan dijadwalkan berakhir pada 17 Maret mendatang. Beragam kebutuhan masyarakat tersedia di lokasi, mulai dari kuliner khas Ramadhan, pakaian, hingga perlengkapan Hari Raya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Boltara, Dr. Jusnan C. Mokoginta, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pasar senggol yang digelar tahun ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Boltara dan mulai menjadi tradisi masyarakat setiap bulan Ramadhan.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif, dan merupakan pasar senggol terbesar se-Sulut. Selain menjadi alternatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadhan hingga Idul Fitri, pasar senggol juga mampu merangsang geliat ekonomi melalui UMKM dan UKM lokal,” ujar Jusnan saat meresmikan kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, dengan adanya pasar senggol, masyarakat Boltara tidak perlu lagi berbelanja ke luar daerah karena berbagai kebutuhan telah tersedia di daerah sendiri.

“Pasar senggol ini juga bisa menjadi semacam wisata religi bagi masyarakat, karena selain berbelanja, warga juga bisa menikmati suasana Ramadhan yang penuh kebersamaan,” tutupnya.

Dengan digelarnya pasar senggol Ramadhan ini, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat Boltara semakin hidup serta memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan di bulan yang penuh berkah.(Advertorial)

















